Advertisement

CARA MENGUKUR KUALITAS HIDUP – Oleh London Wingo dan Alan Evans, dirumuskan sebagai fungsi dari kegagalan pasar, ciri sosial dari konsumsi, dan penyampaian peran dari pemilihan sosial. Sebaliknya, David Donnison berpendapat bahwa kualitas hidup berhubungan de­ngan tujuan sosial pemerintah, yaitu tingkat kesehat­an, kesejahteraan, pendidikan, serta distribusi penda­patan. Sangat sulit untuk diterima, apabila kebutuhan seperti makanan, sandang, dan papan belum terpe­nuhi. Kenaikan produktivitas akan memberikan keun­tungan bagi masyarakat. Namun, dibalik kenaikan produktivitas, beban masyarakat meningkat pula, se­perti pencemaran, sumber daya kurang dapat dihemat untuk masa datang meskipun kebutuhan menaik terus. Menurunnya tingkat kepentingan serta barang dan ko­moditas serta pentingnya respons yang subjektif dari seseorang dapat dilihat pada perubahan struktur yang berhubungan dengan perkembangan ekonomi.

Dalam hidupnya, manusia mempunyai sejumlah kebutuhan dasar yang secara hierarki dapat dikelom­pokkan dalam tiga golongan, yaitu (1) kebutuhan da­sar untuk kelangsungan hidup hayati, (2) kebutuhan dasar kelangsungan hidup manusiawi, dan (3) kebu­tuhan dasar untuk memilih. Untuk memenuhi kebu­tuhan kelangsungan hidup manusiawi, manusia seba­gai makhluk budaya menempuh cara yang berbeda dengan makhluk lain. Dalam perkembangan kebuda­yaan, kebutuhan manusia tidak hanya sekedar kebu­tuhan hidup secara hayati, atau untuk minum, makan, dan memelihara kesehatan saja, melainkan juga harus memenuhi kebutuhan sekunder, seperti kebutuhan akan pakaian, rumah, dan pendidikan. Lebih jauh lagi, manusia mempunyai kebutuhan tersier, yakni kebe­basan untuk memilih. Dengan kebutuhan yang tera­khir ini, manusia dapat mengubah seluruh pola hidup­nya. Manusia tidak hanya sekedar makan untuk kebutuhan hidujrsecara hayati, melainkan dengan suatu pilihan menurut selera kebudayaannya. Semen­tara itu, dengan keterbatasan sumber daya yang terse­dia, serta pola kebutuhan yang senantiasa berubah dan meningkat, kualitas hidup manusia semakin menurun pula. Dalam perkembangan budaya manusia, Cp, C» C, (lihat rumus di bawah) semakin bertambah, sehing­ga rasio sumber daya, populasi, dan pola hidup sema­kin kecil yang artinya kualitas hidup semakin turun. Salah satu kemungkinan upaya yang harus dilakukan manusia adalah menekan pertumbuhan populasinya, yang dilaksanakan melalui program Keluarga Beren­cana (KB), sehingga pertumbuhan N tidak melampaui batas. Cara lain adalah menahan diri, yakni dengan jalan mengendalikan pola hidup atau tingkat konsum­si pada batas tak berlebihan, seperti pada kebutuhan tidak pokok, kemewahan berlebihan, kebutuhan yang didorong oleh martabat (misalnya, sebagai pejabat). jCedua hal ini akan berakibat mengecilkan pembagi N sehingga rasio R dengan N x C akan meningkat, dan kualitas kehidupan akan naik.

Advertisement

Rumus kualitas hidup:

Q = R/[N(Cp + Cs + C/)]

dengan Q kualitas hidup, R sumber daya yang tersedia (secara terbatas), N – populasi manusia (yang senan­tiasa naik), Cp kebutuhan atau konsumsi primer, Cs kebutuhan sekunder, C, kebutuhan tersier.

Advertisement