Advertisement

CARA MENGATASI KOROSI – Ialah perusakan suatu bahan oleh gas atau cairan secara kimiawi (bedakan dari erosi). Yang te­rutama ialah proses pembentukan karat pada besi atau baja atau logam lain, yakni oksidasi oleh udara de­ngan kehadiran air atau kelembapan. Namun korosi dapat pula terjadi terhadap beton, karet, kayu, kera­mik, maupun plastik.

Kebanyakan korosi logam berlangsung secara elek- trokimiawi. Logam itu berperilaku sebagai sel-sel gal- vani kecil, dan teroksidasi dengan cara melepaskan elektron. Dari ujung lain logam itu menerima elektron dan timbullah arus listrik. Kadang korosi diakibatkan oleh adanya deformasi dalam struktur kristal logam itu.

Advertisement

Terdapat banyak tipe korosi. Karat setempat hanya menyerang daerah kecil logam yang tak tersalut. Ka­rat ini akan mengakibatkan lubang atau retakan. Karat besi (Fe203.H20) mudah ditembus oleh oksigen dan uap air dari udara, sehingga proses korosi berjalan te­rus ke dalam, sampai seluruh baja itu termakan. Karat seragam menyerang permukaan yang jauh lebih luas. Karat ini dapat bermanfaat karena akan terbentuk la­pisan tipis oksida yang akan melindungi logam itu ter­hadap serangan lebih jauh. Misalnya: aluminium (la­pisan tipis tembus cahaya dari A1203), atap tembaga [lapisan hijau dari Cu(OH)2, atau CuS04.3Cu(0H)2]

Ada beberapa macam karat; perbedaannya bergan ­tung pada terjahanyang terlibat dan sifat dasar me­dium di sekelilingnya. Korosi galvani terjadi ketika logam yang tidak sama berada bersama-sama di da­lam medium penghantar listrik yang sama. Logam yang lebih tahan oksidasi menjadi katode, sedangkan logam yang kurang tahan menjadi anode dan menga­lami korosi dengan cepat.

Korosi pada logam dapat dihambat dengan bebera­pa macam cara. Pelapisan oleh cat, bahan plastik, email, karet atau keramik, akan mencegah berkontak­nya permukan logam dengan udara lembap. Pemben­tukan aloi, misalnya penambahan aluminium pada ku­ningan dapat membuat logam menjadi lebih tahan karat. Hal serupa terjadi pada pembuatan baja nirka­rat. Salutan secara listrik, misalnya menyalutkan nikel atau kromium pada permukaan baja, dapat meng­hambat pembentukan karat.

Dapat juga dilakukan perlindungan secara katodik, yaitu penggunaan logam buangan yang terbuat dari aluminium atau zink, untuk dikorbankan sebagai ano­de, sementara logam yang dilindungi dijadikan kato­de. Proses korosi akan mengkonsumir anode, semen­tara katodenya akan tetap utuh. Serupa pula, logam yang hendak dilindungi dapat diberi muatan negatif secukupnya untuk menghambat proses korosi.

Dalam kedokteran gigi, korosi pada gigi tiruan atau alat restorasi lain dapat terjadi karena adanya reaksi kimiawi bagian logam alat tersebut dengan bagian yang non-logam.

Dalam lingkungan mulut, adanya bagian-bagian restorasi atau gigi tiruan, yang terdiri dari dua macam bahan yang berlainan itu, sering menyebabkan terja­dinya reaksi kimiawi. Reaksi semacam ini, seperti ok­sidasi atau halogenasi, menyebabkan rusaknya bagian logam dari alat tiruan tadi.

Advertisement