CARA MENDAPATKAN KREDIT USAHA

adsense-fallback

CARA MENDAPATKAN KREDIT USAHA  – Diberikan untuk membiayai ke­giatan perusahaan, baik kegiatan investasi maupun operasi. Kegiatan investasi merupakan kegiatan untuk penyediaan fasilitas dan menyangkut penggunaan da­na dalam jangka panjang, seperti pembelian mesin serta alat-alat, pembelian tanah, pembangunan ge­dung, dan pengeluaran lain yang jangka waktunya le­bih dari satu tahun.

adsense-fallback

Kegiatan operasi berhubungan dengan produksi dan penjualan, cfen menyangkut penggunaan dana da­lam jangka panjang maupun jangka pendek, seperti pembelian bahan mentah, pembayaran upah tenaga kerja, biaya umum, dan biaya penjualan lainnya. Jik|t dana untuk pembelian bahan mentah, upah, dan lain. lain dibutuhkan untuk jangka panjang, dana yang disediakan haruslah dana jangka panjang. Jika kebutuh­an itu bersifat sementara, misalnya untuk memenuhi kebutuhan musiman, dana yang disediakan haruslah dana jangka pendek. Untuk membelanjai kegiatan-kegiatan usaha seper­ti itu dapat digunakan beberapa macam kredit usaha sebagai berikut:

Kredit Jangka Menengah/ P anjang. Kredit jangka menengah berjangka waktu satu sampai dengan tiga tahun, kecuali kredit untuk tanaman musiman. Kredit jangka panjang berjangka waktu lebih dari tiga tahun.

Kredit Investasi merupakan kredit jangka mene­ngah/panjang yang diberikan untuk keperluan rehabi­litasi, modernisasi, ekspansi, dan pendirian proyek- proyek baru. Pemberian kredit investasi oleh – bank-bank pemerintah untuk pertama kalinya diatur pada tahun 1969. Dana kredit investasi berasal dari kredit likuiditas Bank Indonesia, bank-bank pelaksa­na, dan APBN. Sejak tahun 1971 dana baru dari APBN untuk kredit investasi tidak diberikan lagi. Da­na yang dikembalikan dimasukkan ke dana investasi yang selanjutnya digunakan untuk pemberian kredit investasi baru.

Kredit Investasi Kecil (KIK) dan Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP) diberikan untuk mendo­rong pengusaha kecil.

Kredit Candak Kulak diberikan kepada pedagang kecil. ( Lihat Kredit Candak Kulak).

Kredit Jangka Pendek adalah kredit yang jangka waktunya tidak lebih dari satu tahun.

Kredit Rekening Koran yang sering juga disebut kredit eksploitasi umum adalah kredit untuk keper­luan modal kerja nasabah. Nasabah yang telah disetu­jui untuk mendapatkan fasilitas kredit ini, diberi blan- ko cek dan rekening korannya diisi dengan jumlah maksimum kredit yang diberikan. Penarikan kredit hanya boleh dilakukan berangsur-angsur, dan berlangsung selama jangka waktu kredit. Penarikan kredit di atas batas kredit yang diberikan disebut ce- rukan (overdraft). Bank dapat memberikan fasilitas cerukan dengan memperhatikan beberapa ketentuan, antara lain batas maksimum cerukan yang diberikan, yaitu 10 persen dari saldo rekening bagi nasabah giro dan 5 persen dari maksimum pinjaman untuk nasabah biasa. Bank hanya membebankan bunga pada jumlah yang ditarik. Biaya provisi dan administrasi diperhitungkan atas seluruh jumlah kredit yang telah disetujui oleh bank.

Kredit Ekspor merupakan kredit modal kerja yang diberikan kepada perusahaan nasional dan perusaha­an PMA (joint venture) pemilik APE (Angka Penge­nal Ekspor), APES (Angka Pengenal Ekspor Semen­tara), dan APET (Angka Pengenal Ekspor Terbatas). Kredit digunakan untuk membiayai kegiatan ekspor yang meliputi pengumpulan, penggudangan, penge­pakan, sampai dengan pelaksanaan ekspor dan/ atau untuk memproduksi barang-barang untuk diekspor. Fasilitas ini juga diberikan kepada penjual/eksportir yang berhasil menutup kontrak dalam Bursa Komodi­ti. Pelaksanaan kredit ini diatur dan memperoleh kre­dit likuiditas dari Bank Indonesia.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback