Advertisement

CARA MEMBUAT KUE KERING – Makanan kecil dengan kandungan air yang relatif rendah. Contoh makanan kecil dengan kandungan air yang tinggi adalah puding. Dunia Barat mengenal berbagai kue kering yang dapat dikelom­pokkan menjadi kik {cakes), kue (cookies) dan pastri Castries). Batas antara kelompok-kelompok ini sebenarnya tidak jelas benar, demikian pula batas de­ngan kue basah. Pastri dicirikan dengan tak digunakannya bahan pengembang (baik jenis soda kue maupun ragi). Namun pizza Italia yang meng­gunakan ragi dikelompokkan dalam pastri. Demikian pula pastri Perancis sering juga menggunakan ragi. Begitu pula mengenai tepung yang digunakan. Mes­kipun ketiga jenis kue kering ini lazimnya meng­gunakan tepung gandum, pastri Skotlandia meng­gunakan havermot sehingga lebih ulet. Kue tiruan dari Dunia Timur, seperti kue Cina, sering menggunakan tepung ketan atau beras.

Kik dan kue sangat mirip dalam arti bahan dasarnya sama, yaitu tepung gandum, gula, telur, sortening (le­mak masak), bahan citarasa, dan bahan pengembang. Bedanya terletak pada bentuk, tekstur, dan bahan tam­bahan. Lazimnya kik tebal dan bertekstur lembut dan ringan, sedangkan kue lazimnya kecil-kecil dan tipis. Kue dapat renyah dan rapuh, tetapi dapat pula lembap dan ulet. Kik lazim diirisi dan dimakan dengan meng­gunakan garpu, sedangkan kue dengan tangan biasa. Bahan tambahan kik dan kue dapat berupa berbagai buah dan kacang-kacangan.

Advertisement

Kik biasa dikelompokkan sebagai kik sortening dan kik busa. Seperti namanya, kik golongan pertama kaya akan sortening, yang dikocok dulu bersama gula agar menjadi krim, sebelum dicampur dengan tepung, garam, dan bahan pengembang. Kik busa mengan­dalkan udara yang dikocok ke dalam telur sebagai bahan pengembangnya.

Kue {cookies) beragam menurut bentuk dan cara membuatnya. Namun bentuk dan cara ini kadang me­nuntut susunan yang khusus. Misalnya kue jenis ce- tak-tekan biasanya kaya akan lemak mentega.

Dengan mengecualikan jenis-jenis tertentu seperti pizza, pastri dapat dikelompokkan dalam pastri seder­hana dan pastri isi {puff pastries), misalnya berbagai sus. Kadang ada kelompok ketiga, yaitu pastri pipih, yang susunannya sama dengan pastri biasa, tetapi pembuatannya berbeda karena menuntut ketipisan.

Kue kering ini dapat beranekaragam menurut war­na, kandungan gula, kandungan lemak, macam-ma­cam bahan citarasa, dan bahan tambahan. Kue kering yang beredar di Indonesia dapat berupa kue kalengan atau kue rumahan yang 100 persen meniru kue kering Dunia Barat, maupun yang telah disesuaikan dengan lidah Indonesia. Kue asli Indonesia dan bahan baku­nya (tepung ketan atau beras) dapat pula mempe­ngaruhi kue kering ini.

Advertisement