CARA BUDIDAYA KOPI

adsense-fallback

CARA BUDIDAYA KOPI – Suatu jenis tumbuhan berupa pohon kecil yang tingginya 3-4 meter. Daunnya yang hijau tua, mengkilat dan berbentuk elips sampai lanset duduk berpasangan dengan tangkai pendek. Rangkaian bu­nganya terdiri atas banyak bunga kecil, putih, dan ber­bau harum. Buahnya, yang sering disebut buah batu, berwarna merah berbentuk bulat telur. Buah kopi me­ngandung dua buah biji berwarna hijau yang berben­tuk bundar atau silindris. Biji ini dilindungi dua lapisan, yakni lapisan tanduk yang keras dan lapisan mem­bran yang tipis.

adsense-fallback

Diduga, kopi berasal dari daerah Etiopia. Pada awalnya, kopi dimanfaatkan sebagai makanan dan obat; namun pada perkembangan selanjutnya kopi le­bih dikenal sebagai minuman. Tanaman ini sudah di­budidayakan sejak ratusan tahun sebelum Masehi. Ba­ru pada permulaan abad ke-15, tanaman ini masuk ke daratan Eropa melalui Turki. Pada akhir abad itu pula untuk pertama kalinya bibit kopi dibawa orang Belan­da ke Jawa. Seabad kemudian, perkebunan kopi di Ja­wa ini hampir punah karena terserang hama daun.

Ada sekitar 20 jenis kopi yang biasa dibudidaya­kan, di antaranya kopi robusta dan kopi arabica.

Kopi Robusta berasal dari Afrika Barat. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Jawa, terutama di Jawa Timur. Tempat tumbuhnya di daerah berketinggian 300 – 600 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan sekitar 2.000 milimeter per tahun. Kopi jenis ini lebih tahan terhadap serangan hama.

Kopi Arabica berasal dari Afrika. Tempat tumbuh­nya di daerah berketinggian 600 – 1.200 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan 500 – 1.500 mili­meter per tahun. Kopi arabica terutama dibudidaya­kan di Amerika Tengah dan Selatan, termasuk Brasil.

Klasifikasi Ilmiah. Kopi termasuk suku Rubiaceae (kopi-kopian). Nama ilmiah kopi robusta adalah Coffea canephora var. robusta dan kopi arabica C. arabica.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback