CARA BERMAIN KRIKET

adsense-fallback

CARA BERMAIN KRIKET – Suatu permainan tradisional sejak bebera­pa abad lalu. Permainan ini tergolong permainan bola kecil, yang dilakukan dengan cara melempar, memu­kul bola, dan lari. Sekalipun permainan ini sudah lama dikenal, tak ada yang mengetahui negeri asalnya. Per­mainan ini populer di negara yang menggunakan bahasa Inggris. Negara yang menonjol prestasinya da­lam permainan ini ialah Inggris, Australia, Afrika Selatan, Hindia Barat, Selandia Baru, India, dan Pakistan.

adsense-fallback

Permainan Kriket dilakukan beregu. Tiap regu ter­diri atas 11 anggota. Setiap regu mempunyai seorang kapten. Pada setiap pertandingan masing-masing kap­ten melakukan undian untuk menentukan regu mana yang menjadi pemukul bola (batsman) dan regu mana yang menjadi pelembar bola (bowler). Di samping melakukan undian, kapten regu berhak pula menentu­kan jalannya skor lari. Umumnya, dua kapten regu be­runding menentukan apakah skor lari ditentukan da­lam / inning atau 2 inning. Pemenang pertandingan adalah regu yang berhasil meraih skor tertinggi.

Pada umumnya pertandingan kriket 1 inning berlangsung satu hari atau kurang dari itu. Bahkan da­lam pertandingan test internasional, pertandingan itu dapat berlangsung enam hari berturut-turut.

Pukulan (Inning).

Setiap regu yang mendapat pe­luang memukul bola (inning) diharuskan memukul bola dari daerah pemukul (wicket). Tempat pemukul­an ini ditandan dengan tiga tunggul. Pemukul meng­ambil posisi untuk memukul dengan membelakangi tunggul. Di belakang tunggul direntang alas mirip karpet yang menghubungkan tempat batsman memu­kul bola dengan teman regunya yang menunggu gilir­an melakukan inning.

Baisman melakukan inning menghadapi bowler dan membelakangi wicket-keeper. Selesai memukul bola dengan benar, batsman harus berlari ke lapangan permainan dan singgah di tempat yang sudah ditentu­kan. Di luar tempat bowler dan wicket-keeper, dalam lapangan permainan terdapat 24 tempat yang harus disinggahi dalam upaya mengumpulkan skor lari. Se­telah batsman pertama selesai memukul dan lari, tem­pat pemukulan yang sudah kosong itu ditempati batsman berikutnya. Kembali kapten menentukan pilihannya, siapa yang sebaiknya melakukan pukulan berikutnya. Hal itu terus dilakukan sampai seluruh anggota regu memperoleh gliran memukul bola.

Peranan Bowler.

Setiap bowler yang bertugas melempar bola ke batsman harus berupaya agar pukulan tidak dilakukan dengan mulus. Beberapa hal yang me­rintangi batsman membuat inning dengan baik ialah: (1 )Bowled, bila lemparan bola mengenai tubuh bats­man atau alat pemukul. (2) Caught bila lemparan bola mengenai sarung tangan batsman dan kemudian ber­hasil ditangkap salah seorang regu penjaga. (3) Leg Before Wicket bila bola dipukul sejajar dengan garis stumps. (4) Stumped bila batsman tak berusaha lari setelah memukul bola.

Setiap batsman harus berusaha mencegah bowler dan pemain lawan dilapangan menghalanginya me­raih skor lari. Skor lari akan tinggi bila seorang bats­man setelah memukul dapat lari ke 24 persinggahan­nya dan kembali ke tempat pemukul lagi sebelum laWan melemparkan bola dan menyentuh wicket.

Pada kasus bola ke luar garis permainan, batsman tak perlu lari. Sebaliknya sekalipun bola melanggar garis permainan tetapi sebelumnya bola pernah me­nyentuh tanah, regu batsman memperoleh skor lari 4 yang disebut boundary.

Pada umumnya bowler berhak melemparkan enam bola ke arah batsman. Untuk satu inning, kesempatan memukul diberikan kepada batsman kesepuluh, bila pemukul sebelumnya gagal melakukan pukulan yang benar.

Menghitung Skor Lari.

Pertandingan kriket baru da­pat diakhiri setelah salah satu regu dapat mencetak skor lari dengan sempurna. Contoh sederhana, bila da­lam pertandingan 1 inning regu A meraih skor lari 200 dan regu B hanya 100, regu A memperoleh keme­nangan 100. Demikian juga dalam pertandingan 2 in­ning, seandainya regu A memperoleh skor lari 150 pa­da inning pertama dan 200 pada inning kedua sementara regu B hanya 100 dan 200, regu A menang dengan skor lari 100.

Lapangan Kriket.

Lapangan ini biasa berupa la­pangan tanah berumput. Sebuah lapangan kriket umumnya berukuran 58 x 68 meter persegi. Tunggul umumnya berbentul bulat dengan tinggi 12-17 senti­meter. Di bagian atas tanggul ditempatkan dua bail.

Perlengkapan Lain.

Selain lapangan dibutuhkan ju­ga bola dan pemukul. Berat bola 153 – 163 gram dan berlingkaran 22,38 – 22,86 sentimeter. Bola kriket modern lebih ringan daripada yang lama. Pemukul kriket yang lama mirip tongkat golf tetapi yang baru lebih tipis mirip ujung dayung. Panjangnya 25 – 95 sentimeter sedangkan lebarnya 10-80 sentimeter.

Berdasarkan catatan sejarah, permainan ini sudah dipertandingkan tahun 1730 di Artillery Ground di Finsbury, London. Hingga kini lapangan itu masih te­tap digunakan untuk permainan tersebut.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

Incoming search terms:

  • cara bermain kriket
  • cara bermain cricket
  • teknik dasar permainan kriket
  • cara main kriket
  • teknik permainan kriket

adsense-fallback