Advertisement

Buah dan biji berjambul, Banyak buah dan biji memiliki mekanisme pemencaran ‘parasut’ karena kehadiran jambe: (plume) atau rambut pembungkus. Jambul sutera panjang dapat tumbuh pada bagian buah dan struktur yang berhubungan dengan buah, tetapi paling banyak berkem-bang pada kelopak. Pada compositae, misalnya, cupinz daun kelopak sering berjambul membentuk papus (pap-pus), yang merupakan salah satu contoh yang paling serinz disebut dalam mekanisme pemencaran. Biji berjambu_. selalu muncul dari kapsul atau folikel dan tercermi: dengan jelas pada anggota Asclepiadaceae (misalnya Asclepias dan Calotropis) dan Apocynaceae (misalnya Strophai:thus). Biji yang tertutup rambut tebal kadang-kadar.i disebut biji berwol (woolly seeds) untuk membedakannvi dengan biji berjambul. Keadaan seperti ini berkembanz sangat baik pada Malvaceae dan Bombacaceae yang bijinva merupakan sumber bahan perdagangan kapas dan kapuMekanisme pedupaan (censer mechanism). Ini merupakan cara pemencaran biji karena goyangan. Biji terpencar dari buah kapsul ketika gagangnya yang kaku itu berayun-ayun ke sana-kemari digoyangkan oleh angin keras. Pada buah kapsul yang demikian, pada bagian atas kapsul yang matang terdapat lubang atau celah dan dari lubang ini hanya beberapa batu biji terlepas pada suatu saat yang sama, dan karena itu disebut mekanisme ‘pedupaan’. Karena biji hanya dapat meloloskan diri jika kapsul digoyangkan, maka biji-biji ini dapat dipencarkan dengan tepat pada waktu yang bertepatan dengan adanya kemungkinan untuk diangkut angin untuk jarak yang jauh. Sebagai suatu alat pemencaran, keefisienan mekanisme pendupaan ini akan lebih diperkuat jika biji itu sendiri pipih (seperti pada Aristolochia), yang merupakan adaptasi terhadap pemencaran oleh angin. Mekanisme pedupaan dijumpai pada sejumlah tumbuhan yang tidak asing lagi, seperti Argemone mexicana, Datura stramonium, dan Aristolochia spp.

 

Advertisement

Advertisement