Advertisement

Berbagai Kesengkarutan Struktur Monem, Gambaran tentang bahasa Perancis yang kami gunakan sampai kini menunjukkan bahwa penguraian ujaran menjadi monem-monem merupakan suatu tugas yang rumit, dan memang demikian halnya pada umumnya. Namun, kesengkarutan itu sangat bervariasi dari bahasa yang satu ke bahasa yang lain, dan di dalam satu bahasa, ke­sengkarutan yang bervariasi tergantung pada tipe monemnya. Ada bahasa-bahasa di mana penanda tidak berubah dan sinambung tanpa mengenal pengecualian. Misalnya dalam bahasa Perancis, untuk mengacu pada penanda yang sama, dan tergantung pada situasi penggunaan, digunakan je, me, atau moi, sedangkan dalam bahasa Vietnam hanya digunakan toi dan dalam bahasa Indonesia diguna­kan saya dan aku yang dapat dipertukarkan. Dalam hal tertentu, penanda “premiere personne du singulier” ‘orang pertama tunggal’ dalam bahasa Perancis berlanjut ke kata kerja di sampingnya, se­hingga terdapat /isiii/ je suis ‘saya adalah’, di samping /tile/ tu es ‘kamu adalah’, /ile/ it est ‘ia adalah’, /zve/ je vais ‘saya pergi’ yang dapat dipertentangkan dengan /tiiva/ tu vas ‘kamu pergi’, dsb., sedangkan padanan kata kerja yang sama dalam bahasa Vietnam maupun bahasa Indonesia tidak mengalami perubahan bentuk dasar. Bahkan dalam bahasa Perancis sendiri tidak jarang penanda tidak berubah bentuk, misalnya “jaune” ‘kuning’ selalu baik diguna­kan sendiri maupun dalam kata turunan (bk. /ion-is/ jaunisse ‘menguning’, /ion-e/ jaunet ‘kekuning-kuningan’). Demikian pula se­bagian besar kata dasar kata kerja bahasa itu, seperti /don-/ donne ‘memberi’, /”sat/ chante ‘menyanyi’, /mai/ mange ‘makan’ tetap sa­ma dari awal sampai akhir penasrifan. .

Telaah varian penanda merupakan objek morfologi. Baik di­lakukan dalam rangka kata yang tradisional maupun dengan meneliti setiap monem secara individual, telaah tersebut tidak bertumpang tindih dengan pengurutan semua monem gramatikal, seperti yang acap kali dikira (bk. di bawah ini 4.20.): morfem tak berubah dalam bahasa Perancis pour ‘untuk’ tidak termasuk dalam morfologi, dan leksem all(er), berikut varian penandanya /al-/, /va/, /i-/, /aj/, me­mang menjadi objek morfologi.

Advertisement

 

Advertisement