Advertisement

BENTUK HIDUP TUMBUHAN BERBUNGA, Oleh karena ukuran dan bentuk berbagai tumbuhan yang menyusun suatu komunitas yang kompleks sangat beranekaragam, maka cara-cara untuk mencirikan mereka diperlukan. Pembagian tumbuhan secara sederhana menjadi terna, perdu dan pohon tidak memadai dan karena itu klasifikasi yang lebih terperinci menjadi bentuk hidup sering digunakan. Dalam cara klasifikasi ini dikenal bahwa tumbuhan tidak saja berbeda dalam bentuk dan ukuran tetapi juga berbeda dalam perilaku musiman dan dalam daur hidupnya. Dengan demikian, pada beberapa tumbuhan selama musim yang tidak menguntungkan bagian-bagian vegetatif ada dalam keadaan dorman (istirahat) sedangkan pada yang lain mati. Sebagian tumbuhan hidup bertahun-tahun (tumbuhan tahunan) sedangkan tumbuhan lainnya mati sesudah hidup hanya selama satu atau musim tumbuhan (tumbuhan setahun dan tumbuhan dua tahunan). Dalam pengertian yang sangat luas, istilah bentuk hidup mengandung arti jumlah semua sifat suatu tumbuhan dan dengan sifat-sifat ini tumbuhan beradaptasi terhadap lingkungannya. Oleh karena kita tidak tahu semua adaptasi yang dimiliki tumbuhan dan kita tidak mampu mengukur nilai adaptasi yang kita pahami, tepatlah bila yang ditinjau adalah adaptasi yang berhubungan dengan kemampuan untuk hidup selama musim yang tidak menguntungkan. Berbagai adaptasi dapat ditemukan terutama pada ujungujung pucuk, yaitu bagian di mana tumbuhan menggantungkan diri.

Cukup beralasan untuk berasumsi bahwa tumbuhan berbu-nga pertama kali berevolusi di daerah iklim tropika lembap dengan variasi suhu dan kelembapan musiman yang kecil. Dengan anggapan bahwa ini benar, maka diperkirakan bahwa tumbuhan berbunga primitif adalah pohon-pohon yang selalu berdaun hijau, yaitu bentuk hidup yang cocok sekali dengan kondisi iklim yang selalu baik. Berbagai modifikasi yang memungkinkan kolonisasi habitat-habitat yang kurang menguntungkan akan mempunyai nilai kemampuan hidup yang tak ada taranya, karena tumbuhan yang memiliki kemampuan modifikasi dapat memanfaatkan habitat seperti itu dengan sedikit atau tanpa persaingan. Adaptasi yang sering dijumpai adalah adaptasi terhadap habitat yang mengalami kekeringan atau keadaan dingin secara musiman adalah sifat meranggas, yaitu pengguguran daun selama musim yang tidak menguntungkan.

Advertisement

Supaya efektif sifat meranggas ini memerlukan setidak-tidaknya dua persyaratan. Pertama, daun-daun harus digu-gurkan sebelum menimbulkan kerugian bagi tumbuhan sebagai akibat dari kehilangan air selama transipirasi. Kedua, kuncup-kuncup dorman yang tetap tinggal setelah daun-daun jatuh harus dilindungi terhadap pengeringan yang berlebihan, kalau tidak kuncup-kuncup akan menjadi rusak. Kehadiran sisik-sisik kuncup (terutama bila dilengkapi dengan zat-zat berdamar yang lengket) dan pengurangan kandungan air dalam kuncup dorman tidak diragukan lagi memberikan perlindungan terhadap pengeringan. Tetapi, selain dari keta:anan yang alami ini, barangkali faktor yang paling penting dalam perlindungan kuncup-kuncup dorman adalah posisi kuncup-kuncup tersebut dalam hubungannya dengan permu-kaan tanah. Pada pohon-pohonan kuncup letaknya terbuka terhadap suhu udara ekstrem dan terhadap tiupan angin kencang yang kering, sedangkan pada tumbuhan terna kuncup dapat saja terletak dalam tanah yang mempunyai iklim mikro yang lebih mendekati suhu tanaman itu. Keuntungan yang diperoleh dari perlindungan kuncup yang lebih baik sering kali dianggap sebagai faktor penting dalam evolusi tumbuhan terna.

Pada permulaan abad ini seorang botaniwan Denmark, Raunkier (1860-1938) membuat suatu sistem klasifikasi bentuk hidup berdasarkan jarak antara permukaan tanah dan posisi tertinggi kuncup-kuncup yang membawa tumbuhan melalui musim yang tidak menguntungkan. Adaptasi terhadap musim-musim kering dan dingin yang semakin keras dicapai dengan posisi kuncup-kuncup tertinggi yang semakin dekat dengan permukaan tanah sampai akhirnya kuncupkuncup tersebut benar-benar terbenam dalam tanah. Cara ekstrem untuk melindungi kuncup-kuncup ditunjukkan oleh tumbuhan setahun yang menyelesaikan daur hidupnya dalam satu musim tumbuh dan kemudian mati, dan mampu melanjutkan hidupnya selama musim yang keras hanya dalam bentuk biji dorman yang resisten sekali. Pada tumbuhan seperti ini kuncup untuk memulai pertumbuhan musim tumbuh berikutnya terletak dalam biji yang berupa jaringan pucuk pada tumbuhan embrio. Klasifikasi Raunkiaer (Gam-bar 12.5) dapat disarikan, sebagai berikut:

  1. Fanerofit (phanerophyte—secara harfiah berarti tumbuhan yang mencolok). Kelompok ini terdiri atas potion dan perdu yang mempunyai kuncuk-kuncup tertinggi yang tumbuh dari tahun ke tahun pada pucuk-pucuk yang mencuat ke udara. Karena besarnya kelompok ini dapat dipecah lagi menurut batas-batas ukuran secara arbitrar
  2. Kamefit (Chamaephytes—secara harfiah berarti tumbuhar: permukaan tanah). Kelompok ini mempunyai kuncupkuncup yang tumbuh dari tahun ke tahun dekat dengan permukaan tanah (0-0.25 m) dan tidak terlalu terbuka seperti kelompok terdahulu. Jika pucuk-pucuk tumbuh lebih clan: kira-kira 0.3 m selama musim tumbuh, mereka akan mati pada akhir musim tersebut dan pada tahun berikutnya digant dengan pucuk-pucuk baru timbul dari bagian bawah batangbatang tua. Kelompok ini (yang disingkat dengan tanda Ch mencakup perdu-perdu kecil dan berbagai tumbuhan yang batangnya menjalar di atas tanah atau membentuk rumpus yang rampat (yang disebut tumbuhan merumpun).
  3. Hemikriptofit (Hemicryptophyte—secara harfiah berarti rumbuhan setengah tersembunyi). Kelompok ini mempunyai kuncup-kuncup yang tumbuh dari tahun ke tahun pada permukaan tanah di mana mereka dilindungi oleh tanah sekelilingnya dan oleh sistem pucuk dari musim sebelumnya. Tumbuhan dari kelompok ini (disingkat H) sering mempunyai akar besar yang membengkak dan pada permukaan tanah ditutupi oleh batang yang memadat dan dari sini daun-daun serta kuncup-kuncup cabang tumbuh setiap tahun. Tumbuhan yang khas dalam kelompok ini adalah ‘tumbuhan melingkar’, yang disebut demikian karena sebagian besar daun-daunnya muncul di atas permukaan tanah dalam susunan yang melingkar.
  4. Kriptofit (Cryptophyte— secara harfiah berarti tumbuhan tersembunyi). Kelompok ini mempunyai perlindungan yang lebih besar daripada kelompok-kelompok yang terdahulu karena kuncup-kuncupnya yang tumbuh dari tahun ke tahun itu terkubur dalam tanah atau, bila tumbuhan rawa, ada di bawah permukaan air. Kelompok ini dapat dibagi menjadi:
  • Geofit (Geophyte—secara harfiah berarti tumbuhan ta-nah): tumbuhan dengan kuncup yang tumbuh dari tahun ke tahun terkubur di bawah permukaan tanah, misalnya tumbuhan yang mempunyai umbi lapis, umbi, rimpang, dan sebagainya. Geofit diberi lambang G.
  • Helofit (Helophyte—secara harfiah berarti tumbuhan rawa): tumbuhan rawa musiman dengan kuncup-kuncupnya yang tumbuh dari tahun ke tahun terdapat dalam lumpur yang terendam air.
  • Hidrofit (Hydrophyte —secara harfiah berarti tumbuhan air): tumbuhan air dengan kuncup-kuncupnya yang tum-buh dari tahun ke tahun terdapat di bawah permukaan air. Helofit dan hidrofit secara gabungan diberi lambang HH.
  1. Terofit (Therophyte —secara harfiah berarti tumbuhan musim panas). Kelompok ini (disingkat Th) tumbuh cepat dan melengkapkan daur hidupnya selama musim yang menguntungkan (yaitu tumbuhan setahun). Bagian-bagian vegetatif tumbuhan dari kelompok ini tidak mempunyai adaptasi khusus untuk musim yang buruk tetapi adaptasi ini dilanjutkan dalam bentuk biji.
  2. Batang sukulen (Stem succulent)(S), dan 7. Epifit (E). Kedua-duanya bentuk hidup yang khusus yang tidak cocok dengan deretan yang disebut terdahulu tetapi mereka merupakan tumbuhan karakteristik bagi habitat-habitat tertentu. Kaktus merupakan contoh batang sukulen yang bagus, sedangkan nanas-nanasan (Bromeliaceae) dan anggerik adalah contoh epifit yang tumbuh pada cabang-cabang potion di hutan hujan.

Klasifikasi bentuk hidup menurut Raunkiaer telah diuraikan dengan agak terperinci karena klasifikasi ini ternyata bermanfaat untuk mempertelakan dan membandingkan struktur berbagai komunitas. Bentuk hidup dipakai untuk membuat spektrum biologi, yang menunjukkan kepentingan nisbi bentuk hidup yang berbeda dalam sebuah komunitas tertentu. Jenis-jenis dalam sebuah komunitas dikelompokkan menurut bentuk hidupnya, dan jumlah jenis dalam setiap kelompok bentuk hidup kemudian dinyatakan sebagai persentase dari seluruh jumlah jenis. Sebuah contoh tentang teknik ini diperlihatkan dalam  12.6 yang memberikan spektrum biologi bagi hutan hujan tropika di Guyana, untuk hutan meranggas (gugur) iklim sedang di Jerman dan untuk gurun di Sahara. Spektrum-spektrum tersebut jelas menunjukkan perbedaan-perbedaan penting antara tiga ko-munitas. Spektrum untuk hutan hujan terkenal dengan fanerofit yang sangat banyak, epifit yang juga melimpah (yang mungkin mencerminkan udara yang selalu lembap dalam hutan), dan ketidakhadiran bentuk hidup yang menun-jukkan adaptasi terhadap kondisi kering dan dingin musiman (yaitu hemikriptofit, geofit, dan terofit). Sebaliknya spektrum untuk hutan meranggas iklim sedang dicirikan oleh melim-pahnya hemikriptofit dan untuk gurun oleh banyaknya terofit.

Untuk suatu cuplikan komunitas yang komposisi floristiknya telah ditentukan dengan cara kuantitatif, struktur komunitas dapat diberi batasan yang lebih tepat dengan memberi bobot kepada spektrum biologi sedemikian rupa sehingga anggota-anggota yang lebih banyak terdapat dalam komunitas mempunyai bobot yang lebih besar daripada anggota-anggota yang jarang atau yang terdapat kadangkadang saja. Ini dilakukan dengan memberikan kepada setiaF jenis penilaian dengan angka (seperti frekuensinya) yang mengukur kelimpahannya. Jumlah angka-angka yang diberikan kepada jenis-jenis dalam setiap kelompok bentuk hidup kemudian dihitung sebagai persentase jumlah total angka-angka untuk semua jenis dalam cuplikan. Sering kali hanya terdapat sedikit perbedaan antara kedua macam spektrum tersebut, tetapi ketidaksesuaian akan terjadi bila sejumlah kecil jenis-jenis dari bentuk hidup yang sama lebih melimpah daripada jenis-jenis lain dalam komunitas. Misalnya, jika suatu komunitas kaya akan jenis-jenis, maka jenis-jenis yang sangat umum yang jumlahnya kecil akan meyumbangkan persentase yang relatif kecil terhadap spektrum biologi yang dibuat berdasarkan hanya pada jumlah jenis saja, tetapi persentasenya akan jauh lebih besar pada spektrum biologi yang diberi bobot.

Spektrum biologi memberikan landasan yang bermanfaat untuk membandingkan struktur berbagai komunitas yang terdapat di berbagai penjuru dunia. Sebuah daftar jenis bahkan dengan sedikit penunjuk kelimpahan nisbinya tidak akan memberikan informasi tentang sifat-sifat komunitas kepada botaniwan yang tidak mengerial flora kawasan tersebut. Tetapi, penyajian data yang sama dalam bentuk spektrum biologi akan memungkinkan para biologiwan di tempat lain untuk dapat mengkan komunitas tersebut dalam benaknya.

 

Advertisement