Advertisement

Bakal Buah dan Bakal Biji, Untuk jelasnya struktur bakal buah dan bakal biji akan diuraikan dengan mengacu kepada bakal buah hipotesis, yang berdaun buah tunggal dan berisi satu bakal biji tegak yang terdapat di atas satu tangkai pendek yang muncul dari dasar bakal buah (7.2). Analog dengan embriologi pada mamalia, maka bagian dari dinding bakal buah tempat menempelnya bakal biji itu disebut plasenta. Bakal biji berasal dari segunduk jaringan yang aktif tumbuh pada permukaan plasenta. Gundukan ini berkembang menjadi satu massa jaringan bulat telur, yaitu nuselus (= megasporangium), dan setelah membesar di sekelilingnya tumbuhlah dua jaringan cincin yang mirip kerah baju, yaitu integumen. Tahap awal perkembangan bakal biji dilukiskan pada 7.2. Pada 7.2b integumen-dalam membungkus sebagian nuselus, sedangkan mtegumen-luar membentuk satu cincin di sekitar pangkalnya. Akhirnya (7.2e) kedua integumen itu menutup seluruh nuselus, kecuali pada satu lubang kecil, yaitu mikropil, yang tersisa di ujung bakal biji tersebut. Pola pembelahan inti yang diuraikan di sini sering disebut :ipe ‘normal’, sebab tipe ini mencakup sekitar 70 persen dari angiosperma. Pada tahap awal perkembangan bakal biji, sel hipodermis dari nuselus memperbesar diri menjadi sel induk spora, yang membelah diri secara meiosis membentuk tetrad megaspora dan bentuk garis; dari tetrad ini hanya satu megaspora fungsional, yaitu yang letaknya terjauh dari ujung mikropil (7.2c). Ketiga megaspora lainnya berdegenerasi. Megaspora fungsional atau yang disebut kantung embrio, membesar dengan mengorbankan megaspora dan beberapa jaringan nuselus sekelilingnya yang menjadi gugur. Di dalam kantung embrio sendiri inti megasporanya membelah diri menjadi 2 inti anak yang bergerak ke ujung yang berlawanan kantung embrio yang sekarang sudah sangat membesar (7.2d). Kedua inti ini lalu mengalami 2 kali pembelahan lebih lanjut. Kelompok 4 inti yang terbentuk dan letaknya berdekatan dengan mikropil terdiri atas aparat telur (egg apparatus) bersel tiga, dan inti kutub atas, sedangkan 4 inti pada ujung lainnya berkembang menjadi sekelompok antipoda-tiga-sel dan inti kutub bawah. Aparat telur tersusun atas garnet betina atau sel telur, dan 2 sel lainnya yang disebut sinergid (secara harfiah berarti sel penolong), sebab sel ini pernah dianggap menolong pembuahan pada bagian tertentu. Akhirnya kedua inti kutub berfusi membentuk inti endosper-ma sekunder dan bakal biji ini siap untuk dibuahi. Gametofit betina itu jadinya hanya diwakili oleh 7 sel (yang berasal dari 8 inti), satu inti daripadanya adalah sel telur itu, dan jejak yang jelas dari arkegonium telah hilang sama sekali.

Advertisement
Advertisement