Advertisement

Aspek Praktis Hara Mineral, Nitrogen, fosfor, dan kalium adalah unsur-unsur yang kurang tersedia dalam sebagian besar tanah pertanian, sebab unsur-unsur ini terambil oleh tanaman dalam jumlah yang lebih besar daripada unsur-unsur penting lain. Untuk meningkatkan hasil tanaman perkebunan telah lama dilaksanakan praktek baku untuk menambah ketiga unsur makro tersebut ke dalam tanah dalam bentuk pupuk buatan. Namun, pengambilan terus-menerus hasil tanaman dari dalam tanah yang hanya diberi pupuk nitrogen, fosfat, dan kalium akan mengakibatkan penurunan jumlah unsur esensial yang diperlukan hanya dalam jumlah kecil. J ika hasil produksi ingin dipertahankan secara ekonomis, lambat laun unsur tersebut perlu ditambahkan pula. Pada tanah tertentu bahkan hara mikro juga akhirnya perlu ditambahkan. Pada kenyataannya penambahan hara mikro, yang secara tak terduga menyembuhkan beberapa penyakit tertentu yang tak diketahui penyebabnya, merupakan pendorong ke arah penelitian ilmiah mengenai peranan unsur runutan pada pemenuhan hara tumbuhan.

Beberapa ketidakberesan atau defisiensi yang sekarang diketahui lebih mendalam adalah penyakit ‘kuning’ pada teh (defisiensi belerang), ‘daun kerdil’ pada kelapa sawit (defisiensi boron), ‘mati pucuk’ pada jeruk (defisiensi tembaga), dan banyak lagi lainnya yang tidak memiliki nama umum, termasuk defisiensi seng pada kopi dan defisiensi magnesium pada tanaman cokelat.

Advertisement

Defisiensi yang bukan disebabkan oleh nitrogen, fosfor, dan kalium, pada umumnya disembuhkan dengan cara menyemprot daun tanaman dengan larutan encer garam sulfat unsur yang kurang itu, atau boraks (kalium borat) dalam hal defisiensi boron. Pemupukan pada tanah sering tidak efektif karena unsur ini tidak dapat larut, sehingga tidak dapat tersalurkan kepada tanaman, karena bereaksi dengan senyawa lain yang ada dalam tanah.

Pada pertanian intensif metode cepat untuk mendiagnosis kekurangan hara amat diperlukan. Pengenalan gejala defisiensi dengan pengamatan visual jelas merupakan metode tercepat, tetapi sayang gejala defisiensi tertentu dapat bervariasi dari tanaman yang satu ke tanaman yang lain. Untuk kebanyakan tanaman tropik utama seperti pisang dan tebu, foto berwarna tanaman yang menderita defisiensi yang dikenal telah diterbitkan. Memang foto semacam itu bermanfaat untuk mendiagnosis, tetapi dibatasi oleh kenyataan bahwa defisiensi suatu unsur mungkin saja mengaburkan defisiensi unsur lain.

Advertisement