Advertisement

Aspek Morfologi Perkecambahan, Sebutir biji matang terbungkus oleh lapisan pelindung, yaitu testa, yang pada permukaannya dijumpai satu lubang kecil, mikropil, dan satu lampang (scar), hilum, yang menandai tempat menempelnya biji pada plasenta di dinding buah. Di dalam testa terdapat satu tumbuhan embrio dan cadangan makanan yang tersimpan, baik di luar embrio sebagai endosperma maupun (lebih umum) di dalam embrio sendiri pada keping biji. Jika biji terlempar dari tumbuhan induknya, embrio merupakan tumbuhan mini dengan ujung akar dan ujung pucuknya. Embrio tumbuhan dikotil tersusun atas satu akar muda (radikula), calon pucuk (plumula), dua dawn biji (kotiledon) dan poros embrio yang karena terdapat di bawah garis tempat kotiledon menempel disebut hipokotil (hypo = di bawah). Hipokotil bersambungan dengan radikula di ujung bawahnya dan dengan plumula di ujung atasnya.

Pada kondisi pertumbuhan yang cocok, satu biji yang hidup akan berkecambah dan menghasilkan satu tumbuhan muda atau kecambah. Gejala luar pertama dari perkecambahan adalah pecahnya testa di daerah mikropil dan dari situ muncul radikula yang kemudian menancap ke tanah clan tancapan menjadi kuat dengan munculnya rambut akar ( 7.13). Pada waktu yang bersamaan ketika radikula timbul, mulailah pertumbuhan aktif pada bagian embric lainnya. Jika bagian yang aktif tumbuh ini adalah hipokotil. plumula dan kotiledon yang masih terbungkus testa akanterangkat ke atas permukaan tanah dan kotiledon itu akan segera mengembang sebagai struktur daun pertama. Sering kali kotiledon itu berubah menjadi hijau dan berfungsi sebagai daun yang berfotosintesis; kotiledon kecambah jarak menjadi sangat besar dan tampak seperti daun sejati. Pada beberapi biji tanpa endosperma, misalnya kacang buncis (Phaseolus vulgaris), kotiledonnya terisi penuh dengan cadangan makanan yang tersimpan, sehingga pada waktu cadangan ini habis, kecambah telah cukup pertumbuhannya, sehingga dapat berdiri sendiri dan kotiledon ini layu serta rontok. Tipe perkecambahan yang hipokotilnya memanjang, dikatakan perkecambahan epigeal (secara harfiah berarti di atas tanah), sebab kotiledonnya terangkat ke atas permukaan tanah. Perkecambahan kacang uci (Vigna unguiculata), jarak dan labu adalah contoh-contoh perkecambahan epigeal.

Advertisement

Sebaliknya, jika bagian yang tumbuh aktif ketika radikula muncul ialah epikotil (yaitu poros batang dari plumula yang berada di atas kotiledon tetapi di bawah buku daun sejati pertama) seperti pada hiris atau gude (Cajanus cajan) dan Citrus spp., kotiledon tetap berada di dalam tanah. Sebelum plumula mencapai permukaan tanah, kotiledon membungkuk ke bawah seperti satu kail, sehingga meristem pucuknya yang rapuh itu terarah ke bawah dan terlindung dari gesekan dengan partikel tanah. Ketika sampai di permukaan tanah, plumula itu meluruskan diri dan tumbuh menjadi pucuk. Kotiledonnya mengerut ketika kandungan makanannya habis. Tipe perkecambahan yang epikotilnya memanjang disebut hipogeal (secara harfiah berarti di bawah tanah). Perkecambahan hipogeal mungkin lebih jarang dijumpai daripada perkecambahan epigeal.

Advertisement