Advertisement

Aspek Fisiologi Perkecambahan, Asalkan suhu cocok, yang pertama-tama diperlukan untuk memulai tumbuh bagi kebanyakan biji adalah tersedianya air. Biji menyerap air dengan cara imbibisi dan akibatnya bagian isi kaloid yang kering akan memperoleh air kembali. Hal ini pada dasarnya sama dengan apa yang terjadi jika air diberikan kepada sayur yang dikeringkan dalam sop yang terbungkus. Imbibisi diikuti oleh membengkaknya biji dan terjadi tanpa memandang apakah biji itu masih hidup atau tidak. Sebagai akibat dari air yang diserapnya gaya yang besar, sampai 2000 bar, dapat berkembang dalam biji yang kering. Itulah sebabnya mengapa kapal kayu pengangkut biji-bijian mudah pecah dan tenggelam setelah terjadi kebocoran di lambungnya. Ketika lebih banyak air memasuki biji dengan cara imbibisi, tenaga imbibisi untuk menyerap air akan berkurang, tetapi sel-sel yang telah terhidrasi memiliki gaya osmosis yang memudahkan penyerapan air lebih lanjut. Akhirnya jaringan kembali ke ukuran dan bentuk semula seperti sebelum biji mengering selama pematangan, dan organisasi struktural sel kembali seperti semula. Metabolisme aktif kini dimulai, dan hal ini ditunjukkan oleh peningkatan kecepatan respirasi yang mendadak dan sintesis protein, yang kedua-duanya berkaitan dengan hidrasi enzim-enzim yang ada.

Jika tumbuhan embrio yang berada di dalam biji melanjut-kan pertumbuhannya, embrio ini perlu membentuk suatu sistem perakaran penyerap dan sistem pucuk untuk fotosintesis, sehingga embrio itu dapat berdiri sendiri. Untuk mencapai tujuan ini poros embrio memerlukan bahan makanan untuk melaksanakan respirasi aktif dan untuk mensintesis protoplasma dan dinding sel barn. Dalam tahap yang sangat awal, sebelum jelas kelihatan tanda-tanda perkecambahan, poros embrio itu memiliki bahan yang cukup dalam tubuhnya untuk memenuhi keperluannya yang segera. Pada butir-butir serealia, misalnya, embrionya berisi sukrosa, protein cadangan dan lipid. Walaupun demikian.Selama perkecambahan normal pembentukan hidrolase oleh sel-sel aleuron dirangsang oleh embrio. Jika embrio dikeluarkan, sel aleuron gagal membentuk hidrolase. Percobaan yang tampak pada  7.15 memperlihatkan fenomena ini untuk amilase. Kini diketahui bahwa isyarat dari embrio yang menginstruksikan sel aleuron untuk menghasilkan enzim aktif ialah hormon tumbuhan yang disebut asam giberelat. Dari basil sejumlah percobaan akan terlihat bahwa efek asam giberelat ialah merangsang pembentukan hidrolase bukan mengaktifkan yang telah ada. Jika umpamanya butir barlei diperlakukan dengan inhibitor seperti aktinomisin C (actinomycin C) dan sikloheksimid (cycloheximide), yang menghambat sintesis segala macam protein termasuk enzim. endosperma gagal untuk menjadi cair, sebab asam giberelat dihalang-halangi untuk bertindak secara normal. Juga jika satu lapisan aleuron diperlakukan dengan suatu campuran asam giberelat dan asam amino radioaktif, hidrolase yang ditumpahkan ke endosperma juga mengandung radioaktif.

Advertisement

Pengaturan hormonal mengenai pengerahan makanan ca-dangan sangat disederhanakan. Telah diketahui bahwa poros embrio dan skutelum (suatu penonjolan yang mirip perisa pada poros embrio rumput, yang homolog dengan kotiledon mulai mensintesis asam giberelat pada permulaan perkecam-bahan, dan bahwa asam giberelat itu bergerak ke lapisan aleuron melalui jaringan pembuluh yang baru berdiferensias: dari embrio dan skutelum. Lintasan ini telah dibuktikan pada percobaan dengan poros embrio yang diberi perlakuan dengan asam giberelat yang radioaktif. Autoradiografnyi memperlihatkan keradioaktifan hanya sepanjang ikatan pembuluh embrio dan skutelum. Pembentukan pembuluh berganpada auksin asam indol asetat, yang dikeluarkan oleh E.oleoptil embrio yang sedang tumbuh.

Pada proses pengaturan pengerahan bahan cadangan pada endosperma barlei terlibat dua hormon, yaitu asam giberelat yang merangsang pembentukan enzim hidrolase, dan asam ndol asetat yang membantu pengangkutan asam giberelat ke .1apisan aleuron yang merupakan jaringan sasarannya.

Advertisement