Advertisement

ASAL-MULA PENGEMBANGBIAKAN , Kehidupan diawali oleh benda tidak hidup melalui proses-proses fisika dan kimia yang dianggap terjadi selama tahap-tahap pertama sejarah bumi. Persyaratan di atas sebenarnya tidak ada, dan kiranya tidak benar bahwa organisme hidup muncul dari benda tidak hidup sejak masa itu. Organisme yang hadir untuk pertama kalinya berbentuk sel-sel tunggal dikelilingi selaput semipermeabel dan berisi cangkang dari bahan gelatin yang mengelilingi suatu agregat pusat yaitu nukleoprotein. Ketika sel seperti itu membelah diri, molekul nukleoprotein agregat pusat terbagi dua, sehingga dihasilkan dua agregat nukleoprotein, yang masing-masing merupakan replika dari agregat asal. Agar diperoleh dua belahan yang identik pada pembelahan ini, agaknya seleksi alam telah menyokong penggabungan nukleoprotein menjadi benang dan sepanjang benang ini nukleoprotein tersusun menurut urutan yang pasti. Ketika sel membelah diri, tiap benang membelah menurut panjangnya menjadi dua benang anak yang persis sama, kemudian keduanya terpisah sehingga kedua sel anak itu berisi suatu pasangan benang yang identik. Benang-benang ini adalah kromosom yang terdapat di dalam inti pada sel-sel yang dikenal sekarang, dan komponen nukleoproteinnya disebut gen-gen. Proses terpisahnya kromosom secara memanjang dan terlepasnya benang anak menjadi dua kelompok, sejenak sebelum terjadinya pembelahan sel, disebut mitosis.

Walaupun nukleoprotein itu senyawa yang stabil, sewaktu-waktu dapat terjadi juga sedikit perubahan mendadak pada struktur kimianya. Perubahan itu dikenal dengan istilah mutasi gen dan dapat diwarisi oleh keturunannya. Perubahan berangsur-angsur yang terjadi pada organisme hidup dalam jangka waktu lama itu tampaknya disebabkan oleh seleksi alam yang berlaku pada populasi individu-individu yang berbeda satu sama lain sebagai akibat mutasi gen. Seleksi alam cenderung menyukai individu yang telah mengalami mutasi yang menguntungkan bagi organisme itu dalam lingkungan tertentu.

Advertisement

Tampaknya berbagai mutasi yang menguntungkan akan terjadi pada individu yang berbeda dari satu jenis. Jika dua individu dari satu jenis primitif organisme bersel tunggal kebetulan meleburkan diri, akan terbentuk satu sel yang memiliki sifat-sifat yang menguntungkan kedua-duanya dan tidak disangsikan lagi hal ini akan lebih disokong oleh seleksi alam daripada salah satu tipe asalnya. Terbukti bahwa setiap terjadi peleburan seperti itu jumlah kromosom sel yang terbentuk akan berlipat dua, sampai akhirnya akan terjadi keadaan yang tidak lagi memungkinkannya. Agar peleburan itu terjadi berulang-kali, haruslah ada kecocokan dalam pemaruhan jumlah kromosom. Jika keuntungan secara biologi dari penggandaan jumlah kromosom ingin tetap dipertahankan, maka gen-gen harus disusun kembali ketika jumlah kromosom dibagi dua, sebab keuntungan itu akan hilang jika kromosom-kromosom itu hanya terpecah menjadi dua set dari penggabungan semula.

Proses semacam pengocokan pasangan-pasangan kromo-som tersebut telah dikembangkan oleh seleksi alam dan kini terjadi pada hampir semua kelompok organisme hidup. Proses itu disebut meiosis, dan kejadian ini mungkin timbul sebagai suatu modifikasi dari mitosis. Meiosis, yang hanya akan terjadi pada inti yang memiliki dua set kromosom, terdiri atas dua pembelahan sel yang berturutan, dan menghasilkan empat inti yang masing-masing hanya memiliki satu set kromosom. Kedua set kromosom pada inti asal biasanya berasal dari dua individu yang berbeda dan karena itu mungkin sekali berbeda satu sama lain dalam jumlah gennya. Sebagai akibat perubahan susunan gen yang terjadi selama meiosis, keempat inti yang terbentuk biasanya masingmasing akan memiliki susunan gen yang berbeda, jadi akan meningkatkan kemungkinan munculnya kombinasi gen yang menguntungkan.

Sekali meiosis berkembang, peleburan sel-sel akan menjadi proses yang teratur, asalkan meiosis itu terjadi sebelum peleburan berikutnya. Pergiliran antara peleburan inti dan meiosis merupakan sifat yang penting pada perkembangbiakan seksual. Sampai kira-kira 50 tahun yang lalu umumnya dianggap bahwa peleburan sel-sel kelamin atau garnet merupakan ciri penting pada proses seksual; bila sel-sel kelamin semuanya sama, proses seksual dianggap bertaraf rendah dan kurang bermanfaat bagi suatu jenis. Dengan pengakuan bahwa fungsi utama perkembangbiakan seksual terletak pada penggabungan sifat-sifat yang menguntungkan dari individuindividu lain ke dalam suatu individu, penekanan dialihkan dari peleburan sel ke peleburan inti. Adanya perbedaan morfologi sel kelamin atau alat kelamin (untuk itu digunakan sebutan jantan dan betina) kini hanya dianggap sebagai hal penting sekunder dari perkembangbiakan seksual. Pada tahap awal evolusi seksual barangkali tidak ada pemisahan jenis kelamin. Asal mula perbedaan jenis kelamin merupakan akibat dari sebuah perbedaan proses, yaitu satu macam sel yang meleburkan diri mempertahankan kemampuannya untuk bergerak dan menjadi garnet jantan, sedangkan macam lain mengumpulkan bahan makanan di dalam tubuhnya, tumbuh membesar, kehilangan kemampuannya untuk bergerak dan menjadi telur atau garnet betina. Keuntungan utama dari perbedaan garnet ini menjadi dua macam jenis kelamin ialah bahwa penyediaan makanan cadangan di dalam telur meningkatkan nilai kemampuan hidup bagi basil peleburan yang terbentuk, yaitu zigot. Terbukti bahwa perbedaan kelamin itu bertumpang tindih dengan daur inti dasar, karena itu dianjurkan agar ditarik garis perbedaan yang tegas (seperti dianjurkan oleh C. D. Darlington sejak tahun 1937), antara perkembangbiakan seksual dan diferensiasi seksual. Adapun perkembangbiakan seksual adalah pergiliran teratur antara peleburan inti dan meiosis dalam daur hidup, sedangkan diferensiasi seksual dapat dirumuskan sebagai diferensiasi morfologi sel-sel kelamin menjadi garnet betina yang besar dan garnet jantan yang lebih kecil. Garnet betina merupakan persyaratan utama pada perkembangbiakan seksual, sedangkan garnet jantan tidak.

Tidak dapat disangsikan lagi bahwa kecepatan evolusi akan meningkat dengan luar biasa jika terjadi perkembangbiakan seksual, sebab pertukaran gen antara berbagai individu akan menghasilkan banyak kombinasi baru gen-gen, yang bebera-pa di antaranya akan lebih disukai oleh seleksi. Fakta yang menunjukkan bahwa perkembangbiakan seksual terjadi ham-pir secara universal pada dunia tumbuhan dan dunia hewan merupakan bukti tak langsung yang sangat kuat bagi kepentingan mendasar proses ini.

Pada berbagai tumbuhan, baik perkembangbiakan aseksual maupun seksual terjadi berdampingan, tetapi hal ini tidak berarti bahwa kedua cara perkembangbiakan itu sama menguntungkannya. Perkembangbiakan seksual dengan per-tukaran gen antara berbagai individu tidak disangsikan lagi menunjang suatu jenis untuk lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan hidup yang baru, oleh karena itu sangat penting dipandang dari sudut jangka panjangnya. Sebaliknya perkem-bangbiakan aseksual hanya memberikan sedikit kesempatan untuk variasi genetik, jadi juga untuk adaptasi. Tetapi cara ini memungkinkan perbanyakan dengan cepat tanpa melibatkan peleburan inti dan meiosis, karena itu menguntungkan ditinjau dari sudut jangka pendeknya. Kenyataan bahwa perkembangbiakan aseksual sering terjadi berdampingan dengan perkembangbiakan seksual. Jadi mudah dipahami atas dasar bahwa kedua cara perkembangbiakan ini masingmasing memiliki fungsi yang berbeda.

 

Advertisement