Advertisement

Trakeid, Trakeid tersusun atas sel-sel yang kurang-lebih memanjang, penampang melintangnya persegi dan mempunyai dinding ujung miring atau meruncing (3.7). Sel-sel trakeid akan mati setelah dewasa, pada saat dinding sel berlignin saja yang’tinggal. Semua trakeid memiliki dinding sel sekunder yang diletakkan mengikuti berbagai pola sesuai dengan kedewasaan bagian di mana trakeid itu berada ( 3.8). Pada trakeid yang terbentuknya berdampingan dengan meristem ujung, dinding sekundernya diisi oleh serangkaian gelang horizontal (penebalan gelang) dan pada bagian yang lebih jauh ke belakang terisi spiral (penebalan pilin). Kemudian diikuti oleh trakeid ying dinding sekundernya berbentuk suatu pola yang mirip jala (penebalan berurat jala) di atas dinding primer, dan akhirnya bersambung dengan trakeid yang dinding sekundernya sinambung, kecuali pada tempat noktah yang memanjang atau membulat (dinding bernoktah). Berbagai pola penebalan dinding sekunder ini membentuk sebuah deret, makin ke depan makin lebih banyak dinding sekundernya yang tertutup. Berbagai tipe penebalan ini sering bergabung dan tidak semua tipe harus diwakili pada tumbuhan tertentu. Keempat tipe penebalan ini menguatkan trakeid tempat mereka berada, sehingga rongga pusat atau lumen tetap terbuka, walaupun ada tekanan dari sel-sel tetangga. Patut dicatat di sini bahwa trakeid yang memiliki penebalan gelang dan penebalan pilin akan terbentuk ketika jaringan-jaringan sekitarnya masih memperpanjang diri, dan mereka terus merentang walaupun strukturnya telah dewasa. Adanya rentangan akan tampak jika beberapa trakeid pilin beradu ujung pada deret yang membujur pada daerah perpanjangannya, sehingga spiral trakeid yang lebih tua lebih terentang daripada trakeid muda. Karena itu trakeid yang memiliki dinding lebih tebal akan febih kaku, tidak mudah merentang.Trakeid yang demikian berdiferensiasi pada tumbuhan yang telah berhenti memperpanjang diri.

Air yang bergerak melalui trakeid berjalan dari satu sel ke sel yang lain melalui daerah yang hanya mempunyai dinding primer; daerah yang dilalui ini mungkin luas atau hanya beberapa noktah saja. Trakeid memiliki dua fungsi, yaitu sebagai unsur penopang dan penghantar air. Pada tumbuhan berpembuluh tertentu seperti paku dan konifer, yang lebih primitif daripada angiosperma, hanya trakeid inilah yang merupakan tipe sel pada xilem yang terpisah dari parenkima. Selama berevolusi, trakeid menyebar melalui dua lintasan, satu ke jurusan yang mempertinggi efisiensi mekaniknya dan menghasilkan serat xilari (telah diuraikan sebelumnya) dan jurusan kedua ke arah hantaran air yang lebih efisien dan menghasilkan komponen pembuluh. Namun, trakeid sendiri tidak lenyap ketika serat dan komponen pembuluh berevolusi.

Advertisement

Advertisement