Advertisement

Teori ini adalah kombinasi antara genetik dan pengaruh perilaku. Contoh: dua bersaudara yang secara genetik sama-sama jangkung. Yang seorang kurang mendapat gizi, sedangkan saudaranya mendapat cukup gizi. Oleh karena itu, orang yang pertama lebih pendek dari yang kedua. Selanjutnya, saudara yang kedua akan menurunkan orang-orang yang cenderung lebih jangkung dari keturunan saudara yang pertama. Jadi, faktor genetik dapat dipengaruhi oleh perilaku.

Perbedaan teori ini dengan teori evolusi adalah bahwa teori evolusi menyangkut seluruh anggota spesies (semua individu dalam spesies itu sama saja), sedangkan dalam teori genetika perilaku justru dicari perbedaan-perbedaan individual yang dapat menyimpang dari sifat-sifat genetis yang umum karena faktor perilaku. Studi tentang ciri-ciri anak dalam satu keluarga, sifat-sifat anak kembar, dan sebagainya termasuk terapan dari teori ini.

Advertisement

Salah satu studi adalah studi jangka panjang (longitudinal) dalam topik ini adalah oleh A. Thomas & S. Chen pada tahun 1977 dan 1986. Mereka menemukan bahwa ada 3 jenis temperamen (sifat) pada anak:

1) temperamen yang gampangan (easy temperament): mudah bergaul, cepat menyesuaikan diri, dan keadaan emosi yang selalu positif;

2) temperamen yang sulit (difficult temperament): gelisah, mudah tersinggung, kebiasaan-kebiasaan yang tidak teratur, dan sulit menyesuaikan diri;

3) temperamen yang memerlukan pemanasan yang lama (slow-to-warm-up temperament): kurang aktif, murung, dan memerlukan waktu lama untuk menyesuaikan diri pada situasi baru atau orang-orang yang baru dikenal.

Penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa anak-anak yang bertemperamen sulit ternyata dapat berkembang rnenjadi orang dewasa yang bertemperamen lebih gampangan asalkan mendapat yang perhatian penuh keakraban dari orang tuanya. Studi lain dari J.C. Loehlin pada tahun 1985 menunjukkan bahwa makin dekat hubungan keluarga dari dua orang, makin banyak sifat-sifat yang sama. Walaupun demikian, seperti tampak dalam tabel di bawah ini, pada saudara kembar iden- tik pun hanya diperoleh kemiripan sifat sebesar 50%. Perbedaan pada dua saudara kembar identik terjadi akibat pengaruh lingkungan dan perilaku.

Advertisement