Advertisement

Yakjuj dan Makjuj adalah istilah yang dijumpai dalam al-Qur­an. Istilah itu disebut dua kali dalam al-Quran, pada surat al-Kahfi:94 dan surat al-Anbiya: 96. Kitab-kitab tafsir berbeda pendapat tentang apa yang dimaksud de­ngan Yakjuj dan Makjuj ini.

Al-Quran sendiri menyebutkan sifat dari Yakjuj dan Makjuj itu adalah mufsi­duna al-arcl (yang merusak di muka bumi). Pada surat al-Kahfi: 94 itu dikata­kan bahwa penduduk di antara dua gu­nung merasa cemas kalau Yakjuj dan Mak­juj itu datang ke negeri mereka. Betapa takutnya penduduk tersebut terhadap Yakjuj dan Makjuj itu digambarkan oleh surat al-Kahfi: 94 dengan kesediaan me­reka membayar upeti yang besar terhadap Zulkarnain bila ia bisa membangun tem­bok pertahanan. Sementara itu pada surat al-Anbiya: 96 digambarkan bahwa apabila pintu telah terbuka dan Yakjuj dan Mak­juj pun masuk, itu merupakan tanda bah­wa janji Allah telah dekat. Umumnya janji Allah itu dipahami dalam pengertian hari kiamat. Jadi kalau Yakjuj dan Makjuj te­lah masuk, maka akan terjadilah hari kia­mat.

Advertisement

Di kalangan mufassir klasik, Yakjuj dan Makjuj itu dikatakan bangsa Mongol dan Tartar. Sebagai diketahui tentara Mongol dan Tartar telah melanda negeri-negeri Islam di abad ke-13, bahkan menghan­curkan Bagdad, sebagai ibu kota kekhali­fahan ketika itu. Hulagu dengan tentara­nya membumi hanguskan kota Bagdad dan membunuh siapa solo yang mereka jumpai, termasuk khalifah

Penafsiran yang seperti ini mengandung kelemahan, karena belum sampai sete­ngah abad, keturunan Jengis Khan kemu­dian masuk Islam dan berhasil memba­ngun suatu dinasti Islam Mongol, yakni dinasti Ilkhan. Di samping itu keturunannya yang lain, yakni Babur mendirikan kerajaan Islam yang besar, yaitu kerajaan Mugal di India yang telah menghasilkan sejarah dan kebudayaan Islam di India dengan penuh gemilang dengan istana Taj Mahalnya. Agaknya penafsiran ini tidak layak diterima.

Dikatakan pula Yakjuj dan Makjuj itu adalah bahaya dari kaum Komunis yang tidak percaya kepada adanya Tuhan. Pe­nafsiran seperti ini terpengaruh lc.epada hikayat dalam Pejanjian Lama yang me­ngatakan Juj dan tanah Makjuj raja Rus. Benarkah Yakjuj itu raja dari negeri Rusia yang sekarang? Bukankah pencetus ajaran komunis itu sendiri adalah Karl Marx se­orang Yahudi Jerman? Jadi sama dengan penafsiran yang mengatakan Yakjuj dan Makjuj adalah tentara Mongol, penafsiran ini agak jauh dari kebenaran.

Penafsiran modern yang timbul seka­rang adalah bertolak dari akar kata Yakjuj dan Makjuj itu, yakni ajja atau ta’ajjaja, yang berarti nyala atau gejolak, sering di­pakai untuk menggambarkan api. Penda­pat ini mengatakan bahwa gerak kemajuan sains dan teknologi dewasa ini sangat ber­gantung kepada nyala api pabrik, elektro­nik serta mesin-mesin, zaman kemajuan industri dan komunikasi. Di zaman ini di­rasakan posisi agama bertambah lama ber­tambah kendor. Akibat kemajuan sains dan teknologi tersebut, alam dieksploitasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan kerusakan di mana-mana. Bangsa-bangsa berperang, hanya memperebutkan penga­ruh dan kepentingan materi masing-ma­sing. Setiap bangsa harus memperkuat dirinya agar tidak dihancurkan oleh bang­sa lain. Akhirnya manusia dihantui oleh adanya born nuklir. Inilah yang dimaksud dengan Yakjuj dan Makjuj, makhluk yang merusak di bumi.

 

Advertisement
Filed under : Review,