Advertisement

Wukuf, adalah hadir di Arafah pada hari kesembilan bulan Zulhijjah. Waktunya di­mulai dari tergelincir matahari (waktu zu­hur) sampai dengan terbit (ajar hari yang kesepuluh. Ia adalah salah satu rukun haji, bahkan rukun utamanya. Barangsiapa ber-

ada di Arafah pada saat yang terbatas itu, berarti ia mendapat haji, dan barangsiapa yang terlambat dari akhir masa itu, berarti ia tidak- mendapat haji tahun itu, dan ti­dak dapat dibayar dengan dam. Dalam se­buah hadis dari Abdurrahman ad-Daili di­jelaskan bahwa Rasulullah bersabda: “Haji adalah wukuf di Arafah, barangsiapa yang mengerjakannya sebelum terbit fajar sung­guh ia mendapat haji.” (H.R. Abu Daud dan Tirmizi).

Advertisement

Wukuf di Arafah tidaklah mesti sepan­jang waktu dari tergelincir matahari sam­pai terbit fajar. Yang menjadi rukun cu­kup berhenti sebentar saja. Akan tetapi hendaklah tidak meninggalkan Arafah se­belum matahari terbenam. Dalam sebuah hadis (H.R. Tirmizi) dijelaskan bahwa Ra­sulullah wukuf di Arafah. dan berangkat ke Muzdalifah setelah matahari terbenam. Berdasarkan hadis ini, Imam Nawawi dari kalangan Syafilyah dalam kitabnya al­Majnill’ menjelaskan bahwa siapa yang meninggalkan Arafah sebelum matahari terbenam dianjurkan (sunah) baginya membayar dam, bahkan wajib membayar­nya menurut mazhab Hambali, seperti di­jelaskan dalam kitab al-Mugni oleh Ibnu Qudamah.

Advertisement