Advertisement

Vokal, Dalam tuturan yang wajar, vokal merupakan suara yang dihasil­kan dalam rongga yang dibentuk oleh bagian atas saluran pernapas­an. Pada dasarnya, volume dan bentuk rongga mulutlah yang mem­buat vokal bertamber khas. Volume dan bentuk itu pada praktiknya bergantung pada tiga faktor: posisi lidah, posisi bibir dan tingkat pembukaan mulut. Yang paling sering terjadi, lidah penuh di bagian depan atau di bagian belakang rongga mulut. Apabila lidah penuh di bagian depan, volume udara yang terdapat di antara lidah dan bibir cukup sedikit. Jika, pada saat yang sama, bibir memipih sejauh mungkin, rongga yang terdapat di antara lidah dan bibir mengecil sampai minimum. Sebaliknya, apabila lidah penuh ke arah belakang mulut, lidah membentuk suatu rongga yang cukup luas di antaranya dan bibir. Jika, pada saat yang sama bibir maju ke depan sejauh mungkin, maka rongga yang terbentuk di antara lidah dan bibir mencapai luas yang maksimum. Perbedaan antara rongga minimal dan rongga maksimal tidak berarti lagi jika orang memaksa membu­ka mulut selebar-lebarnya, seperti ketika orang menunjukkan tenggo­rokannya pada dokter. Dalam hal ini, lidah memisahkan diri secara maksimum dari langit-langit, bibir juga terpisah sejauh mungkin, dan tidak mungkin lagi keduanya membatasi besarnya rongga. Vokal yang dibentuk dengan mulut terbuka lebar (seperti dalam katafa) di­lambangkan oleh [a]. Apabila mulut tertutup secara maksimum de­ngan masih memungkinkan menghasilkan vokal (tidak ada gesekan), maka didapatkan vokal [i] (seperti dalam kata inz) bagi rongga minimal (bibir pipih dan lidah penuh ke arah depan), dan vokal [u] (kuku) bagi rongga maksimal (bibir didorong ke depan dan bulat, lidah penuh ke arah belakang). Jadi, dapat dikatakan bahwa [i] ada­lah vokal tertutup, depan dan pipih, sedangkan [u] (dalam bahasa Perancis dituliskan ou) adalah vokal tertutup, belakang, dan bulat. Vokal [a] dapat dikatakan terbuka.

Advertisement
Advertisement