Advertisement

Subordinasi, Ekspansi dengan subordinasi ditandai oleh fakta bahwa fungsi dari unsur yang ditambahkan tidak terdapat pada unsur yang ada se­jak awal di dalam kerangka yang sama. Fungsi itu ditunjukkan oleh posisi unsur yang baru terhadap satuan yang berhubungan dengan­nya dan memberinya fungsi, atau dengan adanya monem fungsional. Ekspansi seperti la soupe di dalam les chiens mangent la soupe ‘anjing-anjing makan sup’ memiliki nilai berkat posisinya sesudah inti predikatif yang dibentuk oleh monem predikatif yang disertai oleh modalitasnya. Ekspansi seperti de la route ‘jalanan’ di dalam la poussiere de la route ‘debu jalanan’ memiliki fungsi yang ditandai oleh monem fungsional de. Tampak bahwa ekspansi memungkinkan kita untuk melengkapi ujaran dengan unsur-unsur non-predikatif seperti juga kalau kita melengkapi predikat, apalagi di sini hal itu ter­jadi karena penggunaan sarana bahasa yang berbeda: dalam bahasa Perancis, fungsi “objek langsung” dibedakan dari fungsi “pelengkap nomina” karena yang satu ditandai oleh posisinya, dan yang lain oleh monem fungsional de. Namun, tentu saja fungsi dapat sama di dalam kedua hal itu, misalnya di dalam bahasa yang memiliki ujaran lengkap yang berbentuk seperti ii y a manger de la soupe par les chiens ‘ternyata supnya dimakan anjing-anjing’, hubungan antara la soupe dan manger sama dengan la route dan poussiere. Unsur yang disubordinasikan dapat menandai (secara tra­disional: “tergantung pada”) hampir semua unsur artikulasi pertama, baik yang berupa monem sederhana atau sintagma termasuk pula modalitas, (misalnya dalam bahasa Indonesia lebih besar > jauh lebih besar) dan bahkan penunjuk fungsi (tanpa uang > sama sekali tanpa uang), yang sering kali terlupakan dalam rincian: ada yang menepat­kan valensi sebuah monem otonom (cepat > sangat cepat) atau monem lain apa pun (gaun > gaun merah, gaun pesta, gaun yang me-rah). Unsur itu sendiri mungkin menjadi ekspansi dengan subordinasi dari sebuah monem lain (ia bekerja cepat > ia bekerja sangat cepat, gaun cantik itu > gaun yang sangat cantik itu). Unsur yang disubor­dinasikan dapat pula menandai sebuah monem predikatif: ia berkata > ia mengatakannya padaku, ia mengatakan sepatah kata, ia berkata bahwa ia akan datang; ia berangkat > ia berangkat dengan kopor­kopornya, gereja > gereja Roma. Dapat pula berbentuk sebuah sin­tagma predikatif yang biasanya menjadi otonom berkat penambahan sebuah monem fungsional yang sering kali berupa “konjungsi subor­dinasi”, namun yang dapat pula ditandai sebagai ekspansi hanya ka­rena tempat yang didudukinya di dalam ujaran: ia berangkat > ia berangkat apabila kau sudah tiba, gaun > gaun yang dikenakannya, dan tanpa monem fungsional seperti dalam bahasa Inggris the face was black > the face he saw was black.

Tampak bahwa konsep subordinasi mencakup secara tepat geja­la-gejala yang sama dengan determinasi (bk. dengan 4.19). Hanya sudut pandangnya yang berbeda: sebuah unsur yang disubordinasi­kan adalah sebuah determinator. Sebuah monem yang dideterminasi­kan, yaitu monem tempat bergantungnya sebuah unsur yang disubor­dinasikan, acap kali disebut inti, dan determinatornya, artinya unsur yang bergantung padanya dianggap sebagai sebuah satelit.

Advertisement

Incoming search terms:

  • pengertian disubordinasikan

Advertisement
Filed under : Review, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian disubordinasikan