Advertisement

Subjek, Dalam hal aktualisasi yang ketat, aktualisasi dapat dihasilkan oleh terciptanya konteks apa pun. Jadi untuk merealisasinya akan cu­kup dengan menambah sebuah monem gramatikal pada monem inti di dalam ujaran: dalam bahasa Perancis, monem tue ‘membunuh’ /ty/ dapat diaktualisasi dengan penambahan monem-monem je ‘saya’ atau on /6/ ‘kita’. Namun, tentu saja monem lain yang mana pun, yang disertai atau tidak oleh determinator, mungkin pula me­mainkan peran konteks aktualisator: l’alcool tue /lalkclty/ ‘alkohol membunuh’. Akibatnya, sebuah ujaran wajib terdiri paling sedikit dari dua unsur, yang satu biasanya menunjukkan suatu keadaan atau suatu peristiwa yang perlu diperhatikan; unsur itu diberi nama pre­dikat. Sedangkan unsur yang satu lagi, yang disebut subjek, menun­jukkan partisipan, aktif atau pasif, yang pada dasarnya, perannya ditonjolkan oleh predikat. Subjek dapat berupa “pronomina”, di dalam it marche /ilmarg/ ‘ia berjalan’, atau “nomina” di dalam l’homme marche /lommarg/ ‘manusia berjalan’, atau kombinasi “nomina” dan “pronomina” di dalam bentuk yang terkenal itu l’homme it marche /lour imarg/ atau dalam bahasa Latin uir am­bulat. Secara semantis, subjek dapat pula menunjukkan penderita, misalnya di dalam kalimat bahasa Indonesia is menderita, is di­bunuh, tujuan di dalam ia diberikan sebuah buku, pelaku di dalam ia membunuh atau ia memberikan sebuah buku. Tergantung dari baha­sanya, subjek dapat membentuk atau tidak sebuah sintagma otonom: dalam bahasa Latin, subjek dapat merupakan modalitas predikat se­perti dalam occidunt, atau sebuah sintagma otonom (disertai sebuah modalitas verba) di dalam uiri occidunt, karena uiri mengandung pe­nunjuk fungsi. Dalam bahasa Perancis, subjek tidak otonom, fungsi­nya ditunjukkan oleh posisinya terhadap predikat.

Jadi, secara formal, subjek selalu ditandai oleh sebuah monem fungsional atau oleh posisinya. Namun, suatu unsur mungkin dikenali sebagai subjek dan dibedakan dari pelengkap, berkat kehadiran­nya yang wajib di dalam tipe ujaran tertentu. Di dalam les chiens mangent la soupe ‘anjing-anjing makan sup’ atau ils mangent la soupe ‘mereka makan sup’, kita tidak mungkin menghilangkan les chiens ‘anjing-anjing’ atau ils ‘mereka’ maupun inti predikatif mangent ‘makan’; sebaliknya la soupe ‘sup’ dapat dihilangkan tanpa kita mem­preteli ujaran itu atau mengubah kedayagunaan unsur-unsur yang tersisa. Memang tepat jika unsur semacam itu disebut “pelengkap”. Di antara kedua unsur yang wajib, subjek dan predikat, subjek adalah monem yang paling mempunyai kesempa tan untuk hadir dalam ke­lompok pelengkap: subjek di dalam kedua contoh di atas merupakan pelengkap di dalam les Chinois mangent les chiens ‘orang Cina makan anjing’, les Chinois les mangent ‘Orang Cina memakan mereka’, di mana les merupakan varian dari ils.

Advertisement

Advertisement