Advertisement

Suara, Suara hampir selalu diperlukan untuk menemani artikulasi mu­lut tertentu karena yang terakhir ini tidak berbunyi sama sekali se­hingga tidak dapat ditangkap oleh pendengaran biasa. Suara yang di­sebut vokal, merupakan suara yang diwarnai dengan berbagai kadar volume dan berbagai bentuk rongga mulut, dapat ditambah rongga hidung atau tidak. Namun, suara dapat pula disertai suatu bunyi yang cukup khas untuk dapat ditangkap tanpa bantuan suara: awal kata soto terdiri dari gesekan yang sangat jelas tanpa ditunjang oleh suara, sedangkan awal kata zat menunjukkan gesekan yang sama, te­tapi disertai suara. Bunyi [s] dalam kata soto disebut tak bersuara, se­dangkan [z] dalam kata zat dikatakan bersuara. Tamber yang rendah atau nyaring di dalam suara terutama tergantung dari panjangnya pita suara: wanita, yang glotisnya tidak sepanjang glotis pria, wajar kalau memiliki suara yang lebih nyaring. Di samping itu, tamber ter­gantung juga dari tingkat tegangan pita suara, yaitu tegangan yang dapat diatur oleh penutur sesuai dengan keinginannya. Tamberlah yang membentuk lagu wicara. Penggunaan lagu itu dalam bahasa akan ditelaah secara panjang lebar di bawah ini (3.24 sampai 3.32).

Advertisement
Advertisement