Advertisement

Struktur Protein Sekunder, Salah satu sifat paling menonjol dari asam amino ialah adanya sejumlah titik reaktif pada strukturnya yang memungkinkan terjadinya variasi pertautan kimia dan fisika. Akibatnya, pengelompokan atom tertentu sepanjang rantai peptida saling membentuk pertautan sehingga rantai itu tidak membentuk tongkat lurus, melainkan menjadi pilin tegas atau konformasi melipat-lipat (bentuk tiga dimensi). Kemampuan untuk membentuk struktur yang terorganisasi secara rumit dan sangat bervariasi inilah yang melekat pada sifat kimia dan sifat fisik asam amino, yang merupakan dasar untuk terjadinya keanekaragaman fungsi protein pada makhluk hidup. Struktur sekunder protein meng kan bagaimana poros rantai peptida itu melipat-lipat pada jarak tertentu beberapa satuan asam amino. Karena sudut ikatan dari ikatan peptida antara residu asam amino yang berurutan telah tertentu, maka rantai polipeptida itu tidak bebas untuk mengambil konformasi secara acak, tetapi harus berada pada salah satu dari beberapa susunan stabil yang dikehendaki. Susunan yang paling tersebar luas ialah berbentuk pegas spiral yang direntang dan disebut pilin-a (a-heliks) (  14.3). Tipe pertautan terpenting yang menyebabkan terbentuknya pilin-a ini disebut ikatan hidrogen. Tipe ikatan ini terjadi karena adanya kecenderungan hidrogen, yang jika terikat pada oksigen atau nitrogen, akan membagi elektronnya pada oksigen tetangganya. Oksigen atau nitrogen yang terikat akan merenggut elektron dari hidrogen dan meninggalkan hidrogen yang seolah-olah positif. J adi ikatan hidrogen ini dapat dipandang sebagai bentuk lemah dari pertautan elektrostatik, yang melaksanakan pembagian elektron dan bukan pemindahan elektron. Ika-tan hidrogen lazimnya dinyatakan dengan garis titik-titik sebagai berikut:

>C=0      H — N<

Advertisement

Dalam pilin lengkungan spiral dikuatkan oleh ikatan hidrogen antara gugus >CO dan >NH pada lengkunganlengkungan yang bersebelahan pada pilin tersebut. Walaupun ikatan hidrogen itu secara individual lemah, ikatan semacam ini banyak sekali jumlahnya, sehingga efek pengikatannya secara total sangat penting dalam hal mempertahankan kestabilan pilin-a.

 

 

Advertisement