Advertisement

Situasi Dialektal, Di negeri-negeri di mana bahasa resmi baru saja mendapat status itu, misalnya di tempat-tempat di mana orang memberontak ter­hadap kekuasaan pusat, bahasa lokal terus digunakan di berbagai bi­dang dan sering kali di berbagai kesempatan di dalam kehidupan, ke­cuali jika berhadapan dengan petugas pusat. Di kota mereka saling berbicara seperti di desa, di kalangan borjuis seperti di kalangan rak­yat. Sering pula mereka saling menulis dalam bahasa lokal. Di dalam salah satu bidang itu, yang sering kali bertumpang tindih dengan pro­vinsi, terdapat perbedaan bahasa yang jelas, namun penuturnya sudah terbiasa, dan dapat membuat abstraksi, dan ada kemungkinan perbedaan itu akhirnya hilang, selama situasi yang digambarkan di sini menjadi stabil. Dalam hal ini, kita berbicara tentang dialek, dengan mengesampingkan perbedaan di antara berbagai bahasa lokal. Dialek jenis ini dianggap ada di Jerman dan Italia: ada dialek Suaba, dialek Bavaria, dialek Piemont, dialek Sicilia, dan sebagai­nya. Meskipun demikian, jelas bahwa situasi dialektal seperti yang dijelaskan di atas dapat dengan cepat melemah dan menjadi situasi patois, sama seperti yang terjadi di Perancis. Untuk itu, kemajuan persatuan bangsa cukup untuk membawa kemantapan bagi posisi ba­hasa resmi. Tentu saja tidak ada batas yang jelas antara dialek dan patois: proses pelemahan yang berakhir dengan penghapusan bahasa lokal sebenarnya dimulai sejak suatu bentuk bahasa dari luar dipaksa­kan dan menyisihkan bahasa lokal. Belum tentu situasi di Gascogne dan di Piemont berbeda dengan oposisi yang telah dijelaskan di atas di antara Perancis dan Italia.

Advertisement
Advertisement