Advertisement

Sitoplasma, Di masa lampau, sitoplasma dianggap sebagai sejenis bahan dasar tempat berbagai tetesan dan butiran tersuspensi. Bahan dasar ini dianggap tidak memiliki keteraturan di atas taraf koloid. Sebab, buktinya, sel yang bocor akan runtuh begitu isinya menetes ke luar. Konsep mengenai sitoplasma sebagai suatu matriks yang tidak berstruktur ini sekarang dianggap salah, karena di bawah mikroskop elektron, sitoplasma tampak tertembus oleh suatu sistem ekstensif dan kompleks berupa rongga-rongga berisi cairan yang saling berhubungan, yang terbungkus oleh dua lapisan selaput. Dengan mengatur gambar-dari mikroskop elektron menjadi tiga dimensi, akan terlihat bahwa bentuk rongga-rongga tadi bervariasi. Pada beberapa tempat berbentuk seperti tabung, pita, sedangkan di tempat lain menggelembung ke dalam vakuola. Seluruh sistem selaput dan rongga-rongga terbungkus ini disebut retikulum endoplasma, lazim dipendekkan menjadi RE (2.9). Banyak yang masih hams diungkapkan mengenai RE ini, tetapi tampaknya harus dihubungkan dengan penyimpanan protein, lipid, serta bahan lain, dan lalu lintasnya di antara berbagai daerah dalam sel. Selain itu lipatan-lipatan dan saluran-saluran dalam sistem selaput menyecliakan permukaan luas sebagai wadah serangkaian enzim yang teratur, khususnya yang berkenaan dengan sintesis protein dan lipid. Daerah pada dinding sel yang bersebelahan yang diterobos oleh plasmodesmata, mungkin merupakan tempat retikulum endoplasma kedua protoplas itu saling berhubungan. Sitoplasma terikat pada permukaan luarnya oleh selaput yang disebut plasmalema (atau selaput plasma) dan pada permukaan dalamnya, yang berbatasan dengan vakuola sentral, oleh selaput lain yang disebut tonoplas (atau selaput vakuola). Tampaknya mungkin plasmalema, pembungkus nukleus, dan RE saling berhubungan membentuk suatu sistem tunggal selaput-selaput yang merembes ke seluruh sitoplasma. Selaput-selaput biologis mempunyai kemampuan tertembus cairan yang berbeda-beda, ada yang dapat ditembus beberapa bahan dengan cepat, yang lain lebih lambat, dan yang lain lagi tidak dapat ditembus sama sekali. Plasmalema dan tonoplas sangat penting dalam fisiologi sel-sel karena sebagian besar mengontrol pertukaran bahan antara sitoplasma dan ruang di luar sitoplasma di luar sel dan di dalam vakuola. Tidak seperti pembungkus nukleus dan RE, plasmalema dan tonoplas adalah selaput-selaput tunggal.

Advertisement
Advertisement