Advertisement

Sinkroni dan Diakroni, Bagi siapa pun yang sekarang memasuki bidang linguistik tanpa prasangka, nampaknya wajar kalau mulai dengan mengkaji sebuah alat dari cara kerjanya sebelum meneliti bagaimana dan mengapa alat itu berubah bersama waktu. Sementara itu, kenyataannya, studi bahasa yang ilmiah dan nonpreskriptif, selama hampir satu abad, praktis membatasi diri pada masalah evolusi. Kita akan bertemu lagi dengan masalah itu nanti. Untuk sementara cukup kalau diingatkan di sini bahwa bahasa berubah tanpa harus berhenti berfungsi, dan mungkin saja bahasa yang ditelaah untuk dideskripsikan cara kerja­nya, sedang mengalami perubahan. Dengan sedikit renungan kita akan diyakinkan bahwa hal itu berlaku untuk bahasa mana pun, dan di setiap saat. Melihat keadaan itu, akan dipertanyakan apakah mungkin memisahkan pengkajian cara kerja dan pengkajian evolusi bahasa. Namun, terjadinya perubahan yang sedang berlangsung hampir tak teramati, kecuali melalui perbandingan reaksi dari berba­gai generasi yang ada: 66 orang Paris yang lahir sebelum tahun 1920, yang dikumpulkan secara acak, memiliki dua vokal yang berbeda di dalam patte [pat] ‘kaki binatang’ dan pdte [pk] ‘adonan’. Sedangkan di antara beberapa ratus orang Paris yang lahir setelah tahun 1940, lebih dari 60% menggunakan vokal yang sama /a/ pada kedua kata itu. Jadi, kita dapat mengabaikan evolusi apa pun dengan membatasi pengamatan pada adat bahasa suatu generasi tertentu. Namun, tidak ada halangan untuk memperhitungkan perilaku bahasa dari kedua generasi yang ada di dalam mendeskripsikan bahasa: saya tahu, dari sekian kali pengamatan, bahwa perbedaan tersebut tidak meng­halangi cara kerja bahasa Perancis yang secara umum memuaskan bagi orang dewasa berusia lebih dari 40 tahun dan anak muda yang berusia kurang dari 20 tahun. Walaupun saya hanya memperhatikan adat bahasa kaum muda, saya tetap harus memperhitungkan adat bahasa kelompok kecil yang terdapat di antara mereka yang tetap mempertahankan pembedaan tradisional dan dengan demikian saya memberikan gambaran yang tidak mengabaikan adat bahasa orang dewasa. Sebenarnya, lebih sesuai kalau deskripsi itu bersifat sinkronis yang ketat, artinya hanya berdasarkan pengamatan yang dilakukan selama jangka waktu yang cukup pendek, dan yang dalam prakteknya dapat dianggap sebagai titik di atas poros waktu. Yang disebut dia­kronis adalah semua pengkajian yang bertugas membandingkan ber­bagai adat bahasa di dalam bahasa yang sama dengan tujuan melihat akibat evolusi. Fakta yang disebutkan di atas, yakni mengenai vokal di dalam kata patte dan pdte dapat menjadi objek linguistik sinkronis: oposisi /a/ tidak lazim di dalam adat bahasa yang mutakhir, atau objek studi diakronis: oposisi /a/ — / cenderung menghilang dari adat bahasa Paris.

 

Advertisement

Advertisement
Filed under : Review,