Advertisement

Satuan Dasar Bahasa, Sebuah ujaran seperti saya masuk angin atau satu bagian dari ujaran semacam itu yang mengandung makna, seperti saya masuk atau angin disebut tanda bahasa. Tanda bahasa apa pun mengan­dung petanda, yang merupakan maknanya atau valensinya, dan yang dilambangkan di dalam tanda kutip (“saya masuk angin”, “saya”, masuk”, “angin”), dan penanda yang mengungkapkan tanda terse­but. Penanda dilambangkan di dalam dua garis miring (/saja masuk ariin/), /saja masuk/, /masuk/). Dalam bahasa sehari-hari penanda lazim disebut tanda. Satuan-satuan yang ditampilkan oleh artikulasi pertama, dengan petanda dan penandanya, adalah tanda, dan me­rupakan tanda terkecil karena masing-masing tidak mungkin dipilah dalam urutan tanda-tanda. Tidak ada istilah universal untuk me­nyebut satuan-satuan tersebut. Kami akan menggunakan istilah monem dalam tulisan ini.

Seperti juga tanda yang lain, monem merupakan satuan ber­muka dua, satu muka petanda, maknanya atau valensinya, dan satu muka penanda yang mengungkapkan petanda dalam bentuk bunyi dan yang dibentuk dari satuan-satuan aktikulasi kedua. Satuan yang terakhir itu disebutfonem.

Advertisement

Di dalam ujaran yang digunakan dalam tulisan ini, terdapat tiga buah monem yang secara kebetulan sama dengan apa yang di dalam bahasa sehari-hari disebut kata: saya, masuk, angin. Tetapi jangan­lah menganggap bahwa “monem” merupakan padanan ilmiah dari “kata”. Di dalam kata seperti masukan, terdapat dua monem: masuk /masuk/ yang berarti jenis tindakan tertentu, dan -an /an/, yang membentuk nomina masukan.

Orang tidak akan terlalu cepat membedakan antara monem tipe masuk- dan monem tipe -an, dengan mengoposisikan “semantem” yang seharusnya mengandung makna dan “morfem” yang hanya ber­bentuk, karena kata itu tidak tepat. Demikian pula dengan menamai unsur yang pertama tadi dengan “leksem”, artinya monem-monem yang terdapat dalam leksikon. Lebih lanjut (4-19) akan terlihat bahwa perbedaan yang mendasar bukanlah di antara monem leksikal dan monem gramatikal, melainkan di antara monem penunjuk hu­bungan dan monem yang lain.

Lebih baik dihindari penggunaan istilah “morfem” yang ber­makna ganda, meskipun banyak penulis menggunakannya untuk me­nyebut tanda terkecil, atau sama dengan monem kami, tetapi hanya apabila istilah tersebut memenuhi persyaratan khusus yang berbeda pada setiap penulis.

Advertisement