Advertisement

PROTEIN Ikatan Peptida, Protein tersusun atas molekul-molekul asam amino yang ujung-ujungnya saling berikatan membentuk rantai panjang.- Hubungan ini terjadi dengan menggabungkan gugus karboksil dari sebuah asam amino dengan gugus amino asam amino lain, dengan mengeluarkan satu molekul air dari senyawa itu (yaitu sebuah reaksi kondensasi). Ikatan —CO—NH— yang menggabungkan kedua asam amino disebut ikatan peptida. Misalnya, terbentuknya ikatan peptida antara dua asam amino paling sederhana, yaitu glisin dan alanin. Karena, glisil-alanin terbentuk dari pertalian dua asam amino melalui ikatan peptida, maka is disebut suatu dipeptida. Dari rumus glisil-alanin tampak bahwa gugus —NH2 dari residu glisin dan gugus — COOH dari residu alanin tetap tidak berubah, sehingga keduanya bebas untuk membentuk ikatan peptida lagi dengan asam amino lain. Misalnya dengan molekul alanin lain sehingga mungkin terjadi salah satu dari dua reaksi ini mungkin saja terjadi:

glisil-alanin + alanin         glisil-alanil-alanin + H2O

Advertisement

alanin + glisil-alanin –> alanil-glisil-alanin + H2O

(dengan 2 alanin), membentuk dua senyawa berbeda yang berlainan sifat fisik dan kimiawinya karena urutan asam-asam aminonya berbeda. Secara teoretis ikatan seperti itu dapat berlanjut tak terbatas untuk menghasilkan rantai peptida yang bervariasi panjangnya. Jika sejumlah asam amino saling mengikat diri menjadi sebuah rantai, molekul yang terjadi disebut polipeptida, dan jika sebuah polipeptida telah mencapai panjang sekitar lima puluh asam amino, rantai itu lazim disebut protein. Tak ada garis pemisah yang tegas antara polipeptida dan protein, tetapi sebagai batasan umum dapat dikatakan bahwa polipeptida mempunyai berat molekul 1500 atau kurang, sedangkan berat molekul protein adalah 5000 atau lebih.

Sebuah rantai polipeptida dapat dianggap sebagai tersusun atas kerangka satuan — CH — CO —NH — yang berulang-ulang yang saling bertautan seperti sebuah gigi gergaji (jigsaw) memanjang. Gugus R, yang menentukan sifat susunan asam amino sepanjang rantai, masing-masing terikat pada sebuah gugus CH dan tersusun berseling pada kerangka rantai (  14.2). Sebuah rantai polipeptida selalu memiliki segugus —NH2 bebas pada salah satu ujungnya (ujung N-terujung) dan segugus — COOH bebas pada ujung lain (ujung C-terujung). Menurut konvensi, penulisan rumusnya selalu dimulai dengan ujung N-terujung.

Rantai polipeptida dapat diputus menjadi asam-asam amino penyusunnya dengan cara hidrolisis (kebalikan sintesis dengan kondensasi), yaitu penambahan sebuah molekul air pada masing-masing ikatan peptida, sehingga akan terbentuk lagi sebuah gugus —COOH dan sebuah gugus —NH2. Hidrolisis dapat dilaksanakan baik secara kimia (dengan mendidihkan dalam HC1) maupun secara biologi (dengan enzim peptidase). J ika hidrolisis tak sempurna terjadi, selain asam-asam amino bebas, akan dihasilkan pula dipeptida, tripeptida, dan peptida lebih tinggi.

Advertisement