Advertisement

Plastrida, Secara garis besar, sitoplasma dapat dianggap sebagai “bengkel” sel karena di dalamnya berlangsung sebagian besar kegiatan kimiawi yang perlu untuk kelangsungan kehidupan. Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan tadi, sitoplasma mengandung sejumlah organel yang ukurannya berkisar dari yang mudah dilihat di bawah mikroskop sederhana berkekuatan rendah sampai kepada yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Organel adalah daerah pada sitoplasma hidup yang teralokasi khusus untuk fungsi tertentu, dan seperti pada retikulum endoplasma, dikelilingi oleh dua selaput unit. Selain organel-organel itu, sitoplasma juga mengandung struktur lain yang tidak hidup: semuanya disebut sebagai bahan ergastik (kata sifat ergastik diambil dari kata Yunani yang berarti “bekerja”) karena bahan tersebut merupakan hasil kerja atau metabolisme sel.

Plastida adalah organel-organel sitoplasma yang terbesar pada sel tumbuhan dan jelas terlihat di bawah mikroskop sederhana. Plastida ini sangat bervariasi dalam ukuran dan bentuk, tetapi pada sel-sel tumbuhan berbunga umumnya mereka berbentuk piringan kecil bikonveks. Meskipun macam-macam plastida yang berbeda dihubungkan dengan fungsi-fungsi fisiologis tetap, biasanya macam tersebut diklasifikasi berdasarkan warna menjadi leukoplas (tak berwarna), kloroplas (hijau), dan kromoplas (merah, jingga tua, atau kuning).

Advertisement

Leukoplas terdapat dalam sel-sel yang lazimnya tidak terkena cahaya matahari, misalnya dalam jaringan yang terletak sangat dalam pada bagian tumbuhan baik yang berada di atas maupun di dalam tanah. Leukoplas adalah pusat bagi sintesis dan penyimpanan makanan cadangan seperti pati.

Kloroplas mengandung klorofil, suatu campuran pigmen yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Tanpa zat tersebut, fotosintesis tidak dapat berlangsung. Zat ini terdapat dalam jumlah besar dalam sel daun dan batang muda; sebanyak 100 atau lebih dalam satu sel. Dengan mikroskop elektron telah ditunjukkan bahwa kloroplas memiliki struktur bagian dalam yang rumit. Kloroplas tumbuhan tinggi terdiri atas suatu matriks berprotein tak berwarna yaitu stroma, terbungkus oleh dua selaput unit. Terbenam dalam seluruh stroma terdapat suatu sistem rumit selaput berpasangan yang disebut lamela, pinggir-pinggirnya berhubungan, dan dengan demikian membentuk suatu ruang dalam. Pada jarak yang teratur, lamela ini melebar dan membentuk gelembung pipih yang disebut tilakoid. Tilakoid-tilakoid saling bertumpuk satu sama lain membentuk struktur menyerupai tumpukan mata uang logam. Tumpukan-tumpukan tilakoid ini disebut grana. Selaput berpasangan di antara grana disebut lamela antargrana. Klorofil terletak dalam selaput tilakoid dan lamela antargrana, yang bersama-sama menyajikan suatu daerah permukaan sangat luas untuk menangkap energi cahaya untuk fotosintesis.

Kromoplas mengandung pigmen-pigmen yang lain daripada klorofil dan menentukan timbulnya sebagian besar warna merah, jingga, dan kuning pada bagian-bagian tumbuhan. Pigmen-pigmen itu lazimnya terdapat pada mahkota bunga, dan pada beberapa buah-buahan seperti cabai merah (Capsicum annuum). Fungsi kromoplas masih belum jelas. Selama masa pemasakan buah tertentu, seperti cabai merah, perubahan warna dari hijau sebelum buah masak menjadi merah ketika buah masak, sejalan dengan penurunan dan peningkatan jumlah kromoplas yang terjadi serempak.

Plastida berkembang dari struktur agak sederhana yaitu proplastida, yang secara bertahap membesar menjadi struktur plastida dewasa. Proplastida terdapat dalam sel-sel embrio dan jumlahnya bertambah melalui pembelahan. Ketika sebuah sel embrio membelah diri, maka proplastida terbagi kurang lebih secara acak antara dua buah sel anak.

Advertisement