Advertisement

Pilihan dan Fungsi linguistik, Pilihan baru dimulai pada saat, di antara berbagai fakta fisik dan fisiologis, orang bertolak dari fakta yang membantu pembentuk­an komunikasi secara langsung. Unsur-unsur yang diambil adalah unsur-unsur yang sekarang berada atau tidak berada dalam konteks, atau unsur-unsur yang digunakan oleh pembicara secara sengaja dan yang mendapat reaksi dari pendengar karena ia mengenali maksud komunikatif dari lawan bicaranya. Dengan kata lain, hanya unsur­unsur pembawa informasi yang berguna di dalam linguistik: jika se­orang ahli linguistik membedakan tiga satuan artikulasi pertama di dalam ujaran ambil bukunya!, itu adalah karena ia mendapati tiga pilihan: ambil dan bukannya bawa, taruh, kirim, dan sebagainya, -nya dan bukannya itu, -ku, -mu dan sebagainya, buku dan bukannya sepatu, pensil, atau penghapus. Jika di dalam palu /palu/ dibedakan empat fonem, itu karena tercatat empat pilihan yang berurutan, /p/ dan bukannya /m/ (yang memberi kata malu), /t/ (yang memberi kata talu), /b/ (yang memberi kata balu), dan sebagainya: /a/ dan bukannya /i/ (pilu), /u/ dan bukannya /a/ (pala); /1/ dan bukannya /r/ (paru), /k/ (paku), /n/ (panu), atau mungkin juga zero /pal/.

Kata Spanyol mucho, yang secara fisik boleh dianalisis sebagai [mut§o], atau [o§tum] jika rekaman diputar mundur, akan dipilah menjadi empat dan bukan lima fonem berurutan karena di dalam bahasa Spanyol, bunyi [§] harus didahului oleh bunyi [t], sehingga [t§] merupakan satu pilihan dan bukan dua pilihan yang berurutan.

Advertisement

Jadi, dari sudut pandang linguistik, yang berguna adalah unsur­unsur tuturan yang kehadirannya tidak diakibatkan secara otomatis oleh konteks tempatnya muncul, tetapi keadaan itu sendiri yang membuatnya memiliki fungsi informasi. Karena fungsinyalah maka sebuah unsur ujaran dianggap sebagai unsur bahasa, dan seperti yang akan kita lihat nanti, berdasarkan kodrat fungsinya unsur itu akan di­kelompokkan di antara berbagai unsur lain yang diambil. Tidak benar kalau orang mengira bahwa ahli linguistik tidak tertarik pada realisasi fisik bunyi. Yang dikesampingkannya adalah apa-apa yang biasanya terlepas dari kontrol pembicara, seperti tamber suara yang khas, atau perubahan bunyi yang dihasilkan oleh melemahnya pe­lafalan bunyi pada akhir kata atau oleh interferensi bahasa daerah: di dalam memberikan /maanbarikan/, fonem /a/ dibunyikan [a]; mes­kipun demikian tetap saja itu dianggap sebagai /a/.

 

Advertisement