Advertisement

Pematangan Sel Meristem, Karena semua sel pada tubuh tumbuhan dewasa merupakan hasil kegiatan meristem, maka akan timbul pertanyaan bagaimana sel meristem itu diubah menjadi sel dewasa. Sifat dasar daerah meristem ialah bahwa daerah ini terdiri atas sel-sel yang aktif membelah diri dan memiliki dua sifat, yaitu mempertahankan meristem sebagai bagian yang berbeda dan pada waktu yang bersamaan menambah sel-sel baru ke bagian rubuh lainnya. Pada setiap meristem ada sel-sel tertentu yang membelah diri sedemikian rupa, sehingga pada tiap pembelahan, salah satu sel anak (pemula) tetap berupa meristem, sedangkan sel anak yang lain (derivat) lambat laun keluar dari meristem dan akhirnya menjadi sebuah atau sekelompok sel yang berada di dalam tubuh utama tumbuhan. Tahap-tahap yang dilalui sel derivat yang baru saja terbentuk itu untuk menjadi sel dewasa dapat lebih mudah diikuti melalui perkembangan meristem ujung daripada meristem lateral.

Sel-sel meristem pada ujung akar dan batang (kecuali meristem lateral) mempunyai penampilan seperti tampak. Walaupun penampangnya kelihatan kuranglebih persegi, bentuk dasar mereka berupa polihedron berfaset 14 dan masing-masing faset bersegi lima. Bentuk ini merupakan bentuk yang diduga terjadi jika sejumlah bulatan yang sama dan elastik ditekan sama kuat dari segala arah sehingga tak ada lagi ruang udara tersisa di antara bulatan-bulatan itu. Sel-sel ini berdinding tipis, rongganya berisi sitoplasma pekat dan sebuah nukleus besar (sampai 2/3 diameter sel) serta vakuolanya sudah tidak tampak lagi. Selama proses pergantian menjadi dewasa, sebuah sel derivat akan melalui tiga tahap berbeda, tetapi saling tumpang tindih. Kemampuan membelah diri bukan hanya terbatas pada sel

Advertisement

t  pemula, tetapi meluas juga kepada derivat langsungnya, yang biasanya membelah beberapa kali sebelum menjadi dewasa. Tahap pertama pertumbuhan derivat ialah pembelahan sel, yang segera diikuti oleh tahap kedua, pembesaran sel. Karena meristem ujung secara mantap tumbuh maju sebagai akibat pembelahan sel, derivat yang baru saja terbentuk menempati daerah tepat di belakart ujung itu. Pada daerah yang terletak agak ke ujung (subapikal) lhilah, derivat mulai memperbesar diri dan terus demikian, sampai saatnya menjadi dewasa ukurannya sudah berlipat ganda dibandingkan sel meristem asalnya .

Ketika sel memasuki tahap pembesaran, terbentuklah tetesan cairan sel pada sitoplasma. Setelah memperbesar ukurannya, tetesan-tetesan ini akan saling menggabungkan diri membentuk beberapa vakuola kecil. Sementara itu nukleus masih tetap tergantung-gantung oleh helaian sitoplasma di tengah sel. Vakuola-vakuola terus memperbesar diri dengan cara mengambil air dan akhirnya bersatu menjadi sebuah vakuola sentral. Akibatnya, nukleus bergerak ke bagian tepi pada lapisan tipis sitoplasma yang melapisi sel. Waktu vakuola membesar, seluruh sel memperbesar diri. Tetapi biarpun permukaannya diperluas, dinding sel itu tidak menipis, sebab bahan dinding yang baru selalu ditambahkan pada dinding asal. J adi pembesaran sel itu bukan hanya proses mengem-bangnya sel karena pembentukan vakuola, tetapi juga merupakan proses aktif penambahan sejumlah bahan tumbuhan sebagai hasil aktivitas biokimia intensif dalam sel.

Pada proses pencapaian bentuk dewasa, sel bukan saja bertambah besar, tetapi juga strukturnya menjadi lebih termodifikasi untuk memenuhi fungsi fisiologis tertentu pada tumbuhan dewasa. Moditikasi untuk memiliki fungsi khusus ini disebut diferensiasi dan merupakan tahap ketiga atau terakhir pada pematangan sel meristem. Diferensiasi dimulai sejak sel masih memperbesar diri, tetapi baru akan berakhir setelah sel itu berhenti membesar. Hal ini dapat dianggap sebagai suatu proses yang rnenjadikan sel berbeda-beda, bukan hanya dengan prekursor meristemnya, melainkan juga dengan sel-sel tetangga dekatnya. Besarkecilnya diferensiasi sebuah sel bergantung pada fungsi akhir sel tersebut. Beberapa buah sel hanya berbeda sedikit dengan sel meristemnya (misalnya sel pembungkus), sedangkan sel-sel lain sangat berbeda (misalnya sel penghantar yang memanjang). Banyak cara yang ditempuh oleh sel itu dalam berdiferensiasi agar dapat melaksanakan fungsi khususnya, akan tetapi cara yang utama adalah modifikasi dinding sel. Modifikasi ini menyangkut beberapa ciri, seperti pembentukan dinding sekunder yang tebal dan pengembangan berbagai tipe noktah.

 

Advertisement
Filed under : Ilmu Alam,