Advertisement

Noktah, Dalam pembentukan dinding-dinding sel primer, bahan pembentuk dinding jarang sekali diletakkan pada sekujur lamela tengah. Akibatnya, terbentuklah semacam lekukan (disebut noktah primordial atau bidang noktah primer) pada permukaannya (2.3b). Lekukan-lekukan seperti itu biasanya, tetapi tidak selalu, berkembang di daerah kelompok plasmodesmata. Kedalamannya berbeda-beda menurut ketebalan dinding sel primer. Pada sel berdinding sel sekunder, noktah primordial tidak dibungkus oleh bahan dinding sel sekunder, sehingga suatu rongga yang disebut noktah, terbentuk di dalam dinding sel sekunder itu. Di dalam dinding sel sebuah noktah hampir selalu terletak berhadapan dengan sebuah noktah tambahan yang terdapat dalam dinding sel di sebelahnya, sehingga keduanya bergabung menjadi semacam struktur berpasangan dan disebut noktah berpasangan (2.3c). Kedua rongga noktah berpasangan itu hanya dipisahkan oleh selaput noktah yang terdiri atas dua lapis tipis dinding sel primer dan lamela tengah yang terselip di antaranya (yaitu lamela tengah gabungan).

Ada dua macam noktah: noktah sederhana dan noktah terlindung. Pada noktah sederhana, lebar rongga noktah (jika dilihat dari sisinya) seragam jika diukur dari selaput noktah pada bagian bawahnya ke arah celah yang menghadap bagian dalam sel di atasnya. Penampang melintang rongga noktah dapat berbentuk bundar atau seperti belahan. Karena itu permukaan sebuah noktah sederhana tampak bundar atau seperti celah yang tampaknya lebih tembus pandang daripada dinding sekelilingnya (2.3d). Pada noktah terlindung, dinding sel sekunder menonjol melingkupi rongga noktah untuk membentuk semacam atap bulat lengkung yang disebut pinggiran atau pembatas noktah (karena itu terjadi sebutan noktah terlindung), sehingga rongga noktah bervariasi ukuran lebar serta panjangnya. Karena pinggiran noktah melingkupi daerah dinding sel primer yang tidak terselubungi, maka noktah terlindung mempunyai daerah maksimal, yaitu selaput noktah dengan kelenturan maksimum. Pada pokoknya, sebuah noktah terlindung terdiri atas empat bagian: selaput noktah, rongga noktah, pinggiran noktah, dan celah atau lubang noktah (2.3e).

Advertisement

Pada macam-macam noktah terlindung yang paling sederhana, rongga noktah terdiri atas sebuah ruang, dan lubang noktahnya bundar, lonjong, atau lurus sesuai dengan bentuk selaput noktah. Lubang noktah berbentuk lurus, tersusun pada dinding sel dalam baris-baris vertikal seperti tangga. Noktah terlindung semacam itu disebut dengan nama khusus, noktah berbentuk tangga atau noktah skalariform. Macam-macam noktah terlindung yang lebih rumit dikenal dengan nama noktah terlindung tereduksi, terdapat dalam sel-sel dengan dinding sel sekunder tebal. Di sini rongga noktah dibagi menjadi dua bagian, ruang noktah luar (menuju selaput noktah) dan kanal noktah dalam (menuju bagian dalam sel). Sebagai hasil pembagian rongga noktah menjadi dua bagian ini, maka terdapat dua lubang noktah, lubang luar di antara ruang noktah dan kanal noktah, dan lubang dalam menghadap ke bagian dalam sel. Meskipun lubang luar berbentuk bundar seperti selaput noktah, bentuk lubang dalam cenderung menjadi panjang dan sempit (sering lebih panjang daripada diameter selaput noktah) karena sejalan dengan menebalnya dinding sel, kanal noktah berubah bentuk menjadi menyerupai corong mengempis (2.3f). Jika hal ini terjadi, kedua lubang sebelah dalam yang berbentuk seperti celah dari pasangan noktah tadi kerap kali tersusun saling tegak lurus satu sama lain, membentuk “noktah silang”. Noktah ini terbentuk dari serat-serat xilem yaitu semacam sel paling umum yang membentuk kayu.

Advertisement