Advertisement

Linguistik, Disiplin yang Tidak Preskriptif

Linguistik adalah telaah ilmiah mengenai bahasa manusia. Suatu telaah disebut ilmiah apabila telaah tersebut didasari oleh pengamat­an fakta-fakta dan tidak menentukan pilihan di antara fakta-fakta itu demi prinsip-prinsip estetika atau moral. Jadi, “ilmiah” berlawanan dengan “preskriptif Dalam hal linguistik, penting sekali untuk me­nekankan ciri keilmiahannya dan ketidakpreskriptifannya. Karena objek ilmu itu adalah suatu kegiatan manusia, maka besar godaan untuk meninggalkan bidang pengamatan objektif dan menganjurkan sikap tertentu; artinya tidak lagi mencatat apa yang sebenarnya di­katakan, tetapi menyatakan apa yang harus dikatakan. Kesulitan untuk melepaskan linguistik yang ilmiah dari tata bahasa yang nor­matif sama sulitnya dengan memisahkan ilmu perilaku dari moral. Sejarah memperlihatkan pada kita bahwa sampai jaman mutakhir ini, sebagian besar dari mereka yang berurusan dengan bahasa, baik dalam arti yang luas maupun dalam arti yang sempit, telah melaku­kannya dengan maksud preskriptif, baik yang dinyatakan maupun yang jelas kelihata• Masyarakat Perancis yang berpendidikan sekali pun kini tidak begitu mengetahui akan adanya ilmu bahasa yang ber­beda dari tata bahasa skolastik dan dari kegiatan normatif para seja­rawan mondain. Tetapi ahli linguistik kontemporer, yang menghadapi kalimat seperti Pertunjukan yang sangat menarik sekali; Walaupun sudah diingatkan, namun ia pergi juga; Instruksi daripada bapak Presiden tidak akan memperhatikan rasa terhina kaum puris dan ke­gembiraan para pembangkang. Ia hanya akan melihat adanya fakta yang perlu dicatat dan dijelaskan dalam rangka penggunaan unsur­unsur tadi. Ia tidak melampaui kewenangannya jika ia mencatat pro­tes dan rasa geli pendengar tertentu atau kemasabodohan pendengar yang lain, tetapi ia akan bertahan untuk tidak memihak.

Advertisement

Advertisement