Advertisement

Kuttab adalah tempat belajar dasar-dasar keagamaan bagi anak-anak muslim. Tekanan ajaran Islam kepada pentingnya pe­ranan sosialisasi dan pendidikan dalam perkembangan seorang anak telah mendo­rong diberikannya pendidikan keagamaan kepada anak-anak semenjak masa keel’. Semenjak awal seorang anak telah dilatih orang tuanya untuk menghafal beberapa ayat Quran, doa, dan cara beribadat. Ka­rena tidak semua orang tua menguasai detil ajaran Islam dan mempunyai kesem­patan penuh guna mengajar anak-anak me­reka, maka wajarlah kalau kemudian turn­buh sentra-sentra tempat mengajar anak­anak di mesjid, musala, rumah pribadi, dan kuttab atau maktab. Tumbuhnya kut­tab menunjukkan adanya perhatian khu­sus dan terorganisir guna menampung anak-anak untuk mempelajari dasar ajaran Islam. Walaupun semenjak awal, tradisi menuntut ilmu telah membudaya di ka­langan muslim, penataan kuttab baru di­mulai dengan semakin meluasnya wilayah politik Islam. Tersebarnya kelompok-ke­lompok muslim ke berbagai penjuru yang tentunya tidak memiliki lingkungan dan fasilitas keagamaan seperti di Hijaz telah mendorong di antaranya pengorganisasian pendidikan dasar bagi anak-anak muslim (kuttab) secara terarah.

Kuttab, juga sering disebut sebagai maktab, jamaknya katatib berasal dari ka­ta kerja kataba yang berarti menulis atau mencatat. Tetapi istilah ini jangan disarna­kan dengankuttab yang inertipakan ben­tuk jamak dari latib (penulis atau sekreta­ris).

Advertisement

Kuttab menyediakan fasilitas pendidik­an dasar agama yang amat diperlukan bagi kehidupan seorang muslim. Tujuan pendi­dikan kuttab adalah mempersiapkan anak­anak menjadi pribadi-pribadi muslim yang mentaati ajaran Islam. Karenanya mereka diajar, pertama-tama, bagaimana mengha­fal bagian-bagian Quran. Hal ini penting sebab tanpa bekal hafalan Quran, salat pun tidak dapat dilaksanakan secara sem­puma. Di samping itu, anak-anak juga di-ajar untuk menghafal doa dan bacaan yang diperlukan untuk mengerjakan ber­bagai bentuk ibadat mulai dari makan sampai dengan salat. Praktek ibadat ka­dang-kadang diberikan secara khusus, bahkan anak-anak diberi kesempatan langsung untuk mengikuti, umpamanya, salat berje­maah bersama-sama dengan orang-orang dewasa. Memang praktek ibadat anak­anak cenderung berkembang dan partisi­pasi dan pengamatan langsung dalam kehi­dupan keagamaan lingkungan. Keseragam­an penyediaan fasilitas pendidikan dasar keagamaan semacam kuttab yang tumbuh di seantero pelosok dunia Islam, mulai da­ri Maroko sampai Indonesia, dan dari Asia Tengah sampai Tanzania adalah feno­mena keagamaan yang unik dan tentunya menarik. Keyakinan akan pentingnya me­wariskan versi tertentu tentang kebenaran ajaran Islam tidak diragukan menjadi fak­tor utama terhadap kecenderungan ini. Karenanya tak mengherankan apabila sampai dengan periode modern; tipe pen­didikan kuttab ini masih tetap bertahan, kendati bentuk, nama dan ekspresinya mungkin telah banyak dimodifikasi menu-rut tuntutan dan aspirasi lokal maupun kontemporer. Di Indonesia, umpamanya, istilah kuttab atau maktab hampir-hampir tak pernah secara populer digunakan, te­tapi justru muncul istilah lokal seperti su­rau, langgar, dan akhirnya pada abad ke­20 madrasah diniyah.

Advertisement