Advertisement

Kuncup dan Percabangan, Seperti telah dikemukakan, sebuah kuncup adalah pucuk yang dipadatkan. Batangnya pendek sekali dan daun-daunnya tersusun rapi, rapat, dan bertumpang-tindih. Daun-daun yang terdalam keriput dan berlipat-lipat, karena permukaan yang luas dipadatkan dalam ruang yang sempit (1.2b). Sebagian besar kuncup berukuran sangat kecil sehingga strukturnya tidak mudah diperiksa, kecuali pada kubis Eropa (Brassica oleracea), sejenis sayur yang sering ditanam di dataran tinggi daerah tropika, kuncup ujung membesar sehingga segi-segi utama struktur kuncup tampak jelas sekali.

Pohon-pohon yang menggugurkan daunnya pada musim kering (meranggas) membentuk kuncup-kuncup istirahat yang daun luarnya berubah menjadi sisik-sisik kuncup. Jika kuncup ujung sejenis Ficus. meranggas (banyak jenis Ficus yang tidak meranggas) diperiksa pada musim kering, akan tampak bahwa sisik-sisik kuncupnya berupa beberapa helai seludang, yang satu terbungkus oleh yang lain. Dalam seludang-seludang ini terdapat daun-daun yang berbentuk sempurna meskipun ukurannya sangat kecil. Apabila musim kering berakhir, batang yang terdapat di tengah-tengah kuncup istirahat mulai tumbuh “memanjang, dan sejalan dengan itu membuka seludang luar yang kemudian segera jatuh. Batang terus tumbuh memanjang dan karena itu merenggangkan letak daun-daun, yang kemudian membuka lebar-lebar permukaannya. Bila kuncup ujung tumbuh, seludang-seludang tidak direnggangkan oleh pemanjangan batang. Jika seludang itu gugur, akan tertinggal parut-parut yang letaknya rapat satu sama lain. Parut-parut kuncup ini, disebut juga parut-parut gelang, menandai posisi setiap kuncup ujung. Karena itu panjang batang antara dua parut kuncup mewakili pertumbuhan satu musim.

Advertisement

 

Advertisement