Advertisement

Korpus, Deskripsi sinkronis tidak terbatas pada bahasa mutakhir yang da­pat didengar dan direkam. Tidak ada yang menghalangi ahli linguis­tik untuk mencoba mendeskripsikan bahasa Latin di jaman Ciceron atau bahasa Inggris di jaman Alfred. Dalam hal ini, tugasnya malah lebih sengkarut karena ia harus menemukan kembali, di balik grafi, suatu sistem fonem yang dicerminkannya secara tidak sempurna. Se­baliknya, pekerjaannya mungkin lebih mudah karena karya-karya Ci­ceron atau Alfred yang masih terpelihara membentuk suatu keutuhan yang sangat terbatas yang dengan mudah dapat dimasukkan dalam perlakuan statistik, sehingga memungkinkan untuk menarik ke­simpulan yang tepat. Kemungkinan besar, karya sastra dari suatu masa tertentu memberikan suatu gambaran yang tidak lengkap me­ngenai bahasa yang ditelaah. Namun, jika jalan apa pun yang menu­ju ke bahasa itu tidak mungkin, tanpa rasa menyesal kita dapat menganggap dokumen itu mewakili sepenuhnya. Kondisi kerja yang semacam itu memiliki kelebihan, yaitu menggoda kita untuk men­ciptakan kembali bahasa tadi pada saat kita berurusan dengan baha­sa yang mutakhir dengan membentuk sebuah “korpus”, artinya se­buah cuplikan dari ujaran yang direkam atau yang ditulis secara imla. Sekali cuplikan itu tersusun, ia dianggap tidak tersentuh, tidak menerima penambahan lagi dan bahasa dideskripsikan sesuai dengan apa yang kita temukan di situ. Keberatan teoretis yang dapat diaju­kan, mengenai cara yang menggunakan korpus itu, adalah bahwa dua orang peneliti yang beroperasi di dalam bahasa yang sama, tetapi berdasarkan korpus yang berbeda, dapat sampai pada deskripsi yang berbeda dari satu bahasa yang sama. Keberatan praktis adalah bah­wa setiap saat si pembuat deskripsi dapat merasakan kebutuhan untuk melengkapi atau mengecek informasinya. Dan jika ia menolak untuk memenuhi kebutuhan itu pada saat ia merasakannya, dengan suka rela ia mengesampingkan beberapa segi kenyataan yang sama se­k.ali bukan karena segi-segi itu tidak berguna, tetapi karena terlewat dari perhatiannya sejak awal.

Advertisement
Advertisement