Advertisement

Konsonan, Yang disebut konsonan adalah bunyi yang kurang dapat ditang­kap tanpa dukungan vokal pendahulu atau sesudahnya. Sebuah oklusif adalah sebuah konsonan yang membutuhkan pe­nutupan saluran pernapasan. Di depan vokal berikut ini dapat di­tangkap lepasnya secara mendadak penutupan itu: dalam [pa], pe­nutupan mulut mengendur dalam bentuk letusan di depan vokal [a] yang mengikutinya. Namun, dapat pula bunyi yang dihasilkan oleh penutupan itu ditangkap apabila didahului oleh vokal: apa yang tertangkap dalam [ap] pada dasarnya adalah pemutusan [a] secara mendadak oleh pengatupan bibir. Karena tidak ada letusan tanpa pe­ngatupan terdahulu, pengatupan tertangkap di dalam [ap] dan tidak tertangkap di dalam [pa]. Orang yang berbicara tidak terpikir untuk membedakan antara [p] letupan dalam [pa] dan [p] “implosif’ dalam [ap].

Sebuah konsonan yang dihasilkan oleh penyempitan saluran per­napasan yang tidak sampai menutup, disebut frikatif jika geseran udara di tempat yang menyempit itu tertangkap dengan jelas. Dalam hal ini kita dapat pula menyebutnya konstruktif. Apabila bibir bawah merapat ke gigi atas dan udara yang mengalir dari mulut bergeser di antara kedua sisi penyempitan yang terbentuk tadi, didapat frikatif yang terdengar di awal kata fa. Istilah spiran lebih baik digunakan apabila pada saat terjadi penyempitan saluran pernapasan yang ter­dengar gema dan bukan geseran. Dalam kata Spanyol z, caza me­rupakan frikatif, sedangkan d dalam kata cada merupakan spiran.

Advertisement

Jika udara yang dihembuskan mengelilingi suatu hambatan yang terletak di tengah, maka terjadi bunyi yang disebut lateral. Hambat­an itu paling sering terjadi apabila ujung lidah menyentuh suatu titik di langit-langit, sementara udara mengalir di kedua sisinya. Bunyi itu terdapat pada awal kata laku. Vibran dihasilkan oleh getaran suatu alat ucap berkat tekanan udara yang dihembuskan. Vibran terdengar pada awal kata ramai.

Sering kali frikatif, spiran, lateral, dan vibran dikelompokkan menjadi satu dan disebut malaran. Sebaliknya, kelompok oklusif “di­sebut juga kelompok tak malar. Pelafalan frikatif yang terletak pada awal kata fa memang dapat saja diperpanjang, tetapi pelafalan [p] dalam [pak] tidak mungkin diperpanjang.

Pada dasarnya setiap tipe konsonan yang dideskripsikan, seperti yang telah diterangkan di atas, dapat dilafalkan di berbagai daerah alat ucap. Hal ini khususnya bagi pelafalan oklusif, frikatif, dan spiran. Berikut ini akan digambarkan berbagai hasil alat ucap yang berupa konsonan. Kami akan mulai dari alat ucap yang paling mu­dah diamati geraknya.

Advertisement