Advertisement

Jumlah Monem dan Fonem, Jumlah ujaran yang rnungkin dihasilkan di dalam setiap bahasa, secara teoretis tak terbatas karena jumlah monem yang mungkin dikandung suatu ujaran tidak terbatas. Daftar monem suatu bahasa sebenarnya merupakan daftar terbuka: tidak mungkin kita menetap­kan secara pasti berapa monem yang berbeda yang dimiliki sebuah bahasa karena di dalam masyarakat mana pun, kebutuhan yang baru akan muncul setiap saat dan kebutuhan itu melahirkan pe­nyebutan baru. Kata-kata yang digunakan maupun yang dipahami seorang yang berbudaya di masa kini, berjumlah puluhan ribu. Namun, banyak di antara kata-kata tersebut dibentuk dari monem yang mampu muncul sebagai kata bebas (misalnya di dalam kartu pos, jalan tol), atau terbatas pada komposisi (misalnya praduga, ilmuwan). Akibatnya, monem bahkan dengan ditambah sufiks seperti -an dan prefiks seperti ter- sekalipun, berjumlah jauh lebih sedikit daripada kata.

Sebaliknya, daftar fonem suatu bahasa merupakan daftar ter­tutup. Bahasa Katala, misalnya, membedakan 24 fonem, tak kurang dan tak lebih. Hal yang sering kali membuat peka jawaban terhadap pertanyaan “Berapa banyak fonem yang dimiliki sesuatu bahasa?” adalah kenyataan bahwa bahasa-bahasa beradab yang digunakan di dalam berbagai bidang, tidak merupakan suatu satuan yang sempur­na dan bervariasi sesuai dengan daerah, kelas sosial, dan generasi. Pada umumnya, variasi tersebut tidak menghalangi pemahaman, namun mengakibatkan perbedaan di dalam inventarisasi satuan, baik yang bersifat pembeda (fonem) maupun yang mengandung makna (monem atau tanda yang lebih luas). Oleh karena itu, bahasa Indone­sia merupakan kumpulan dari 29 fonem dan bukan 24. Ragam baha­sa Perancis yang digunakan oleh penulis memiliki 34 fonem, namun di antara penutur Paris yang lahir setelah 1940, tidak jarang yang menggunakan sistem bahasa berfonem 31. Kami akan menggunakan sistem 31 fonem tersebut karena lebih sederhana untuk menampilkan contoh-contoh Perancis.

Advertisement

Advertisement