Advertisement

Hara Mikro, Hara mikro umumnya berarti penting, sebab terlihat dalam berbagai reaksi enzim yang khas. Hal ini merupakan jelasan mengapa hara mikro hanya diperlukan dalam kecil. Unsur besi, tembaga, dan molibdenum iemuanya berhubungan dengan enzim-enzim yang mengkata-Is’ is reaksi-reaksi oksidasi-reduksi. Unsur-unsur ini mampu :erfungsi dalam reaksi karena sifat perubahan valensi dalam Kmnya, oleh karena itu besi memasuki struktur molekul ::gmen respirasi yang dikenal dengan nama sitokrom, yang mengalami pemindahan elektron dari suatu akseptor hidrogen :ereduksi ke oksigen molekuler selama tahap terakhir respirasi ierob. Pada rantai reaksi ini besi terikat pada molekul sitokrom ‘ergiliran dalam bentuk feri dan fero, bergantung pada apakah besi ini berfungsi sebagai oksigen (dalam bentuk feri yang :nenerima sebuah elektron) atau sebagai reduktan (dalam :entuk fero yang melepas sebuah elektron). Tembaga .3erperilaku sama dalam sistem asam askorbat oksidase yang :nembentuk satu jalur, yang memindahkan hidrogen ke molekul oksigen. Sistem ini bergantung pada perubahan ion kupro dan ion kupri yang terikat pada molekul pembawa. Dalam hal molibdenum, logam ini merupakan bagian enzim nitrat reduktase yang mengkatalisis reduksi nitrat menjadi nitrit. Mungkin molibdenum juga bertindak karena perubahan valensinya.

Dari keempat unsur hara mikro lain yang dianggap penting bagi tumbuhan berbunga, ada peranan khusus yang dilakukan oleh seng dan mangan, sebab masing-masing adalah penyusun enzim tertentu. (Reaksi yang dikatalisis oleh enzim-enzim ini terlalu kompleks untuk diuraikan di sini.) Tidak dapat dipastikan apakah jumlah seng dan mangan yang dibutuhkan tumbuhan seluruhnya dimanfaatkan untuk reaksi biokimia; karena kedua zat tersebut mungkin masih memiliki peranan lain yang belum diketahui. Peranan boron dan klor (berturut-turut sebagai unsur hara mikro yang paling dulu dan paling akhir ditemukan) belum dapat dijelaskan dengan pasti, walaupun terbukti adanya hubungan antara boron dengan translokasi gula, dan antara klor dengan fotosintesis. Hilangnya salah satu dari kedua unsur itu dalam tumbuhan menimbulkan penyakit yang berat atau bahkan kematian, jadi rupanya tiap unsur ini terlibat dalam sekurang-kurangnya sebuah enzim yang sifat kimianya belum diketahui.

Advertisement

 

Advertisement