Advertisement

Hara Makro, Nitrogen, hara makro yang diperlukan dalam jumlah besar, merupakan penyusun semua asam amino, jadi juga protein; juga penyusun asam nukleat, klorofil, dan banyak lagi senyawa yang penting untuk metabolisme. Belerang, seperti halnya nitrogen, juga terlibat• dalam metabolisme protein, sebab unsur ini terdapat dalam protein yang mampu membentuk ikatan disulfida, baik di dalam maupun di antara rantai polipeptida. Magnesium memasuki struktur klorofil dan karena itu penting bagi fotosintesis. Lebih jauh diketahui bahwa magnesium itu diperlukan oleh semua tumbuhan, baik tumbuhan hijau maupun bukan, sebab sangat berperan dalam reaksi-reaksi enzim. Fosfor berhubungan dengan mekanisme biokimia yang menyimpan energi dan kemudian memindah-kannya ke dalam sel-sel hidup. Selain sintesis ATP dari ADP dan fosfat anorganik, fosfor ini berpartisipasi dalam fosforilasi berbagai senyawa perantara fotosintesis dan respirasi. Fosfor juga terdapat dalam semua asam nukleat, dan dalam berbagai senyawa lain yang tak mungkin dicantumkan dalam sebuah daftar. Kalsium tidak dikenal peranannya dalam metabolisme; sebagai garam yang tak larut dari asam pektin, mungkin unsur ini merupakan komponen penting dalam lamela tengah sel-sel tumbuhan tinggi. Juga diperoleh bukti mengenai pentingnya unsur ini dalam mempertahankan struktur dan sifat selaput sel.

Selain berhubungan dengan penyusunan molekul organik, beberapa unsur mineral juga terdapat dalam bentuk ion anorganik di dalam protoplasma dan vakuola tengah. Pada tumbuhan, sebagian besar bahkan sering pula seluruh unsur kalium terdapat dalam bentuk ion anorganik. Walaupun kalium ini adalah unsur yang mudah diperlihatkan sifatnya, terbukti peranannya sangat sulit ditentukan. Ada bukti mengenai fungsinya sebagai pengaktif bagi sekurangkurangnya sebuah enzim pada glikolisis, tetapi karena unsur ini diperlukan dalam jumlah relatif besar, tampaknya pengaktif inilah satu-satunya fungsi kalium itu. Kekurangan kalium mempengaruhi kecepatan fotosintesis, sintesis protein, dan respirasi, karena itu kalium mungkin memegang peranan pada semua jalur metabolisme. Juga mungkin kalium merupakan faktor penting dalam mengatur potensi osmosis sel; pada sel-sel pengawal dalam daun kalium memegang peranan kunci dalam mekanisme gerakan stomata (lihat halaman 122). Yang jelas ialah bahwa kalium memegang peranan sangat penting dalam tumbuhan, tetapi bagaimana cara berfungsinya belum dipahami benar.

Advertisement

Advertisement