Advertisement

HANTARAN DALAM XILEM, Hara tanah bergerak ke atas dari akar ke bagian di atas tanah dalam unsur trakeid (yaitu trakeid atau komponen pembuluh) xilem. Bahan terlarut anorganik yang diserap dari tanah oleh sel-sel akar yang hidup dilewatkan ke dalam lumen berair dari unsur trakeid (lihat halaman 346), lalu terbawa ke atas pada aliran transpirasi yang diatur oleh penyerapan air dari daun serta bagian-bagian di atas tanah. Beberapa macam bahan terlarut anorganik mungkin akan terserap sepanjang jalur ini oleh sel-sel hidup yang berdampingan dengan unsur-unsur trakeid, tetapi sebagian besar air dan bahan terlarut yang larut dalam air itu akan mencapai daun. Percobaan dengan zat pewarna yang fluoresen (yang dapat dideteksi pada konsentrasi sangat rendah, karena itu dapat digunakan sebagai bahan terlarut ‘pertanda’ dalam jaringan) menunjukkan bahwa di dalam daun bahan terlarut itu keluar dari xilem ke larutan yang merembesi dan menutupi dinding-dinding sel mesofil. Karena itu, setiap sel mesofil dapat dibayangkan seperti bermandikan larutan garam encer dan dari larutan inilah ion diserap. Garam yang tidak diserap akhirnya akan menemukan jalan sampai ke permukaan daun, yang jika terkumpul dalam konsentrasi tinggi, garam ini dapat disimpan sebagai lapisan kerak apabila air yang melarutkannya menguap.

Pada tumbuhan berkayu kemampuan xilem untuk meng-angkut ke atas dapat diperlihatkan dengan membuat “sayatan gelang” pada batang utama, yaitu membuang kepingan menyeluruh pepagan (semua jaringan yang berada di sebelah luar kambium pembuluh) sekeliling batang (  20.1). Dengan jalan ini berarti kesinambungan floem sama sekali diputuskan tetapi poros tengah xilem masih utuh, kecuali jika ada kerusakan pada permukaan luar. Pada tumbuhan yang disayat-gelang demikian, garam mineral dapat terus berakumulasi untuk beberapa saat pada batang di atas gelang, dengan kecepatan sama seperti pada tumbuhan kontrol. Kecepatan akumulasi tidak dapat dipertahankan terus, sebab akar akan kelaparan karena terputus dari persediaan karbohidrat pada daun (lihat kemudian) dan akibatnya pengambilan hara tanah pun terhenti. Namun, jika poros tengah xilem dipotong sedikit tetapi pepagannya dipertahankan utuh, maka gerakan normal ke atas dari garam akan terhenti. Kesimpulan bahwa hara mineral diangkut terutama dalam xilem telah ditegaskan oleh beberapa percobaan yang lebih teliti dengan menggunakan unsur perunut radioaktif. Jika umpamanya larutan kalium fosfat berlabel kalium atau fosfor radioaktif diberikan kepada akar tanaman berkayu yang ditumbuhkan dalam medium kultur pasir, radioisotopnya dapat dideteksi beberapa jam kemudian, baik dalam xilem maupun dalam pepagan batang. Jika pada pepagan dibuat suatu celah memanjang kurang-lebih sepanjang 20 cm, dan kemudian suatu potongan memanjang kertas berlilin atau bahan lain yang kedap air diselipkan di antara xilem dan pepagan, keradioaktifan tinggi berada dalam xilem sebelah atas, bawah, dan sepanjang keratan, sedangkan dalam pepagan hanya tampak pada pepagan yang melekat pada xilem (  20.2). Hal ini menunjukkan bahwa pada batang utuh xilem merupakan saluran utama untuk menyalurkan bahan anorganik terlarut ke atas, walaupun pengangkutan lateral dari xilem ke pepagan juga terjadi.

Advertisement

Karena garam mineral ditranslokasikan dalam aliran transpirasi, maka dapat diharapkan bahwa jumlah bahan terlarut yang diangkut ke atas akan meningkat dengan meningkatnya kecepatan transpirasi. Pada kenyataannya, karena pengambilan garam oleh akar bergantung pada mekanisme yang berbeda dengan yang dilakukan oleh penyerapan air (lihat halaman 346) maka kecepatan transpirasi tidak langsung berhubungan dengan translokasi garam-garam mineral ke atas. Biasanya aliran air yang lebih cepat diimbangi oleh cairan xilem yang lebih encer.

Cairan xilem juga berisi zat-zat organik yang larut, tetapi karena zat-zat ini biasanya hanya terdapat dalam konsentrasi relatif rendah, tampaknya xilem bukan merupakan saluran utama untuk mengangkut zat-zat organik itu.

 

Advertisement