Advertisement

Giberelin, Giberelin diambil dari nama jamur Gibberella fujikuroi, penyebab penyakit ‘bakanae’ pada tanaman padi yang menjadikan tanaman yang diserangnya tumbuh memanjang dan bergelendong serta berwarna kuning. Sebagai hasil penelitian perintis E. Kurosawa di J epang, yang membuktikan bahwa peningkatan pertumbuhan tanaman disebabkan oleh bahan kimia yang dikeluarkan oleh jamur, sekelompok hormon nabati baru telah diungkapkan oleh F.W. Brian di Inggris dan F.H. Stodola di Amerika Serikat. Sekarang hormon-hormon ini diketahui tersebar luas dalam tumbuhan tinggi dan menghasilkan efek pertumbuhan yang lebih mengesankan daripada auksin. Tanggapan mencolok yang ditingkatkan oleh giberelin umumnya bertitik berat pada pola pertumbuhan normal, bukan perubahan menjadi bentuk yang tidak normal. Misalnya, varietas kerdil berbagai jenis tanaman, seperti jagung dan kopi, dapat dirangsang agar tumbuh setinggi varietas tinggi kerabatnya, sedangkan aspek lain pertumbuhan yang dirangsang itu tetap normal. Tanaman roset, yang hanya berbatang pendek atau tidak berbatang sama sekali pada pertumbuhan tahun pertama, lazimnya memerlukan perlakuan panjang hari tertentu atau beberapa syarat lingkungan lain sebelum mengalami pemanjangan batang. Perlakuan dengan giberelin biasanya dapat menghasilkan efek yang sama dengan isyarat tersebut, yang tampaknya meniru kegiatan giberelin alami yang pembentukannya dimulai oleh isyarat yang diperlukan.

Giberelin alami ada lebih dari 30 macam, semuanya memiliki konfigurasi kimia yang khusus (suatu rangka giban), tetapi yang paling sering dideteksi ialah asam giberelat, GA3 dan banyak efek fisiologi yang dianggap berasal dari giberelin sebagai suatu kelompok telah diperoleh hanya dengan senyawa ini.

Advertisement

Advertisement