Advertisement

Fotosintesis, INTISARI fotosintesis ialah suatu proses pada tumbuhan hijau untuk menyusun senyawa organik dari karbon dioksida dan air. Proses ini hanya akan terjadi jika ada cahaya (karena itu ada awalan foto) dan melalui perantara pigmen hijau klorofil yang seperti telah kita lihat, terletak pada organel sitoplasma tertentu yang disebut kloroplas. Reaksi keseluruhannya dapat ditulis dalam persamaan sebagai berikut:

l fi

Advertisement

CO2 + H2O + energi cahaya kloro  (CH2O) + 02

(karbon                (air)        (bahan  (oksigen)

dioksida)              organik)

Dalam persamaan ini, (CH2O) merupakan rumus umum untuk menyatakan bahwa organik yang pada umumnya (tetapi tidak selalu) berupa pati atau beberapa karbohidrat lain. Bahan organik, yang merupakan hasil penting fotosintesis, lebih banyak mengandung energi kimia potensial (yaitu yang dapat diperoleh dengan cara perubahan kimia) daripada karbon dioksida dan air yang merupakan bahan dasar pembentuknya. Perbedaan ini disebabkan adanya energi cahaya yang diserapnya. Oleh karena itu dalam fotosintesis, energi radiasi cahaya diubah menjadi energi kimia dalam senyawa organik yang stabil semacam karbohidrat itu.

Tempat fotosintesis. Dalam kehadiran cahaya, fotosintesis dapat terjadi pada sembarang bagian hijau tumbuhan, akan tetapi pada tumbuhan darat yang khusus, hanya daun dengan bagian permukaan yang luas dan kloroplas melimpah yang merupakan pusat utama proses tersebut. Karbon dioksida yang digunakan pada fotosintesis diperoleh dari atmosfer yang biasanya mengandung gas ini sekitar 0.03 persen volume. Karena kutikula relatif kedap gas, maka karbon dioksida harus memasuki daun terutama lewat stomata. Setelah berada di dalam daun, karbon dioksida itu berdifusi ke dalam sistem ruang udara antarsel dan larut dalam air yang menjenuhkan (b) dinding sel-sel mesofil. Karbon dioksida ini lalu berdifusi, atau bergerak aktif karena aliran protoplasma, melalui air pada sitoplasma memasuki kioroplas. Dengan kehadiran cahaya terjadilah fotosintesis dalam kioroplas (  17.1).

J ika sehelai daun sedang aktif berfotosintesis, konsentrasi karbon dioksida pada permukaan kioroplas akan menipis dan suatu gradasi (gradient) karbon dioksida akan terbentuk antara permukaan kioroplas dan atmosfer luar. Asalkan stomata tetap terbuka, karbon dioksida akan terus berdifusi ke dalam daun, jumlahnya bergantung pada terjalnya gradasi konsentrasi, yang pada gilirannya akan bergantung pada kegiatan kloroplas. Dalam pada itu, jika konsentrasi karbon dioksida menurun pada permukaan kioroplas, konsentrasi oksigen akan meningkat, dan suatu gradasi oksigen akan terbentuk pada arah yang berlawanan dari gradasi karbon dioksia. J adi difusi karbon dioksida ke arah dalam itu diikuti oleh difusi simultan oksigen ke arah luar.

Air yang digunakan untuk fotosintesis biasanya mudah diperoleh, karena kandungan air sitoplasma mesofil yang sehat selalu tinggi. Secara sinambung air dikirimkan ke daun dari tanah melalui sistem xilem, yang cabang-cabang ujungnya menembus daun, sehingga semua bagian sel relatif berdekatan dengan sumber air. J aringan pembuluh vena berbentuk jala pada daun tidak hanya menyediakan air untuk daun, tetapi juga bertindak sebagai jalur untuk memindahkan hasil fotosintesis dari daun dan mengangkutnya melalui floem ke bagian lain tumbuhan.

 

Advertisement