ARTI – DEFINISI – PENGERTIAN DINDING SEL

42 views

Dinding Sel, Dengan diketahuinya bahwa sebuah sel tumbuhan terdiri atas protoplas yang terselubungi oleh dinding sel, berarti bahwa penyekat antara sel-sel yang bertetangga merupakin dinding ganda. Kenyataan ini sering sulit diketahui di bawah mikroskop cahaya (mikroskop sederhana), tetapi dengan teknik pewarnaan diferensial dan maserasi dapat dilihat bahwa dinding-dinding sel yang saling menyentuh itu selalu berdampingan dan dihub’ungkan oleh semacam zat antarsel yang disebut lamela tengah. Jika sebuah sel terbagi dua, maka lamela tengah ini berfungsi sebagai lapisan pembatas. Pada lapisan inilah direkatkan dinding sel sebenarnya dari tiap anak sel. Cara bagaimana lamela itu terbentuk selama pembelahan sel akan diterangkan pada Bab 38.

Dinding sel tumbuhan mempunyai struktur yang kompleks, tetapi tiga bagian fundamentalnya dapat dibedakan, yaitu lamela tengah, dinding sel primer, dan dinding sel sekunder (2.2). Semua sel mempunyai lamela tengah dan dinding sel primer, sedangkan dinding sel sekunder hanya dapat dijumpai pada sel-sel tipe tertentu.

Lamela tengah adalah suatu lapisan perekat antarsel yang menyekat dinding primer dua buah sel yang bersebelahan. Lapisan ini sebagian besar terdiri atas air dan zat-zat pektin bersifat koloid, dan mempunyai sifat penting yaitu plastik (mudah dibentuk). Sifat plastik zat pektin ini memungkinkan gerakan-gerakan antarsel dan penyesuaiannya yang diperlukan tebelum sel-sel dapat mencapai ukuran dan bentuk dewasa.

Dinding sel primer adalah dinding sel sejati pertama yang dibentuk oleh sebuah sel barn. Walaupun air, zat-zat pektin, dan protein banyak dijumpai di dalamnya, dinding sel primer terutama terdiri atas selulosa dan hemiselulosa. Dinding sel primer ini mulai membentuk diri pada setiap sisi lamela tengah segera setelah sel membelah menjadi dua dan terus tumbuh selama kedua anak sel yang terjadi membesar. Hal ini dimungkinkan karena penambahan menerus bahan pemben-tuk barn pada dinding sel yang pertama terbentuk, yang membesar baik luas permukaan maupun tebalnya. Suatu dinding primer dibentuk menjadi suatu lapisan selama sel berkembang. Pada sel dengan isi yang hidup pada taraf dewasa, dinding semacam ini merupakan satu-satunya dinding sel. Sel-sel dewasa yang hanya mempunyai dinding sel primer dapat kembali pada kondisi masih embrio (yaitu dapat melanjutkan kesanggupan membelah diri). Jika hal ini terjadi, maka dinding sel tadi menjadi semakin tipis. J adi kriteria suatu dinding sel primer adalah kesanggupannya untuk pertama, meningkatkan luas permukaannya, dan kedua, mengalami perubahan ketebalan yang dapat bersifat terbalik (menipis).

J ika sebuah sel telah berhenti membesar, zat pembentuk dinding sel kadang-kadang terus disimpan pada permukaan bagian dalam dinding sel primer sehingga dinding itu sendiri secara keseluruhan menebal secara mencolok. Pada kasus-kasus yang ekstrem lapisan ini dapat menjadi sangat tebal sehingga mengisi sebagian besar ruang dalam sel. Zat-zat pembentuk dinding sel tambahan ini dikenal sebagai dinding sel sekunder, meskipun dinding ini dapat berupa dua atau lebih (sering tiga) lapisan terpisah-pisah. Pembentukan dinding sel sekunder menyebabkan perubahan yang tidak dapat berbalik pada struktur dinding sel. Sel yang memiliki dinding sel sekunder, volumenya tidak dapat bertambah dengan pertumbuhan permukaan atau kembali pada kondisi masih embrio. Ketika pertama kali terbentuk, sebagian besar dinding sel sekunder terdiri atas selulosa (di sini hemiselulosa tidak begitu penting dibandingkan dengan dinding sel primer). Lazimnya, lalu dinding ini penuh berisi zat- zat lain, khususnya lignin (zat kayu). Sel-sel yang padanya terbentuk dinding sel sekunder, hampir tanpa kecuali tidak hidup lagi pada saat dewasa. Karena kehadiran dinding sel sekunder menimbulkan kekuatan mekanik pada sel, tidaklah mengherankan bah wa dinding sel sekunder merupakan ciri khas pada sel yang mempunyai fungsi mekanik dan konduktif atau kedua-duanya. Pada sel yang mempunyai dinding sel sekunder tebal, lamela tengah dan dinding sel primer pada kedua sisinya tidak mungkin dapat diidentifikasi secara terpisah dengan bantuan mikroskop sederhana. Ketiga lapisan itu terlihat sebagai satu garis saja, dan harus dianggap demikian dalam hasil pengamatannya. Istilah lamela tengah majemuk merupakan istilah yang tepat untuk menunjukkan lapisan tipis seperti tripleks ini, yang menyelip di antara dua lapisan dinding sel sekunder yang tebal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *