Advertisement

Dikotil dan Monokotil, Sebagian besar buku ini menguraikan perihal tumbuhan berbunga. Dalam halaman-halaman berikut anak kelas Dikotil dan anak kelas Monokotil akan terus-menerus diacu. Oleh karena itu untuk menyimpulkan Bab 1 ini, baik sekali bila ciri-ciri menonjol dua kelompok tumbuhan berbunga yang jelas batasannya ini diutarakan. Pada fase awal evolusi, tumbuhan berbunga terpecah menjadi dua keturunan yang kemudian berkembang menjadi Dikotil dan Monokotil. Anggota-anggota Dikotil mempunyai biji yang embrionya berdaun lembaga dua, dan anggota-anggota Monokotil berbiji dengan embrio berdaun lembaga satu. Penamaan dua keturunan ini berdasarkan jumlah daun lembaga embrio, karena ciri ini tetap. Pembagian menjadi Dikotil dan Monokotil sangat mendasar dan mencerminkan berbagai perbedaan struktur serta fisiologi kedua kelompok tersebut. Dalam arti lain, jumlah daun lembaga mempunyai korelasi dengan karakter yang lebih nyata. Alasan mengapa salah satu karakter tersebut tidak dipilih sebagai landasan untuk penamaan kedua kelompok itu adalah karena semua karakter tadi mempunyai lebih banyak perkecualian daripada karakter jumlah daun lembaga. Tetapi dalam praktek sehari-hari, suatu tumbuhan berbunga biasanya dapat dengan mudah dikenal sebagai Dikotil dan Monokotil dengan karakter-karakter yang lebih nyata itu. Palem, lili, anggrek, dan rumputrumputan (termasuk bambu) adalah Monokotil yang khas, dan sebagian tumbuhan berbunga lainnya adalah Dikotil. Tabel 1.2 adalah ringkasan ciri-ciri utama untuk membedakan dua kelompok tersebut.

Advertisement
Advertisement