Advertisement

Desis dan Chuintant, Lidah bagian depan, yang telah saya beri nama ujung lidah atau daun lidah dan daerah sekitarnya merupakan yang paling berotot dan paling lentur di antara semua alat ucap. Sesuai dengan bentuk­nya yang lembek atau tegang, datar atau cekung mengikuti garis tengahnya, bunyi-bunyi yang dihasilkan dapat sangat berbeda. Kon­sonan apikal malar yang dilambangkan dengan [0] atau [5], [5] atau [t5] dilafalkan dengan lidah mendatar. Geseran yang khas pada fri­katif dihasilkan pada permukaan yang luas antara daun lidah dan gusi atas. Konsonan malar yang lain, yang disebut desis ditandai oleh suatu geseran kuat yang dihasilkan oleh udara yang melalui rongga sempit yang terdapat di alveolum karena penekanan pada garis tengah lidah, sedangkan pada setiap sisi garis itu lidah menempel dengan kuat pada alveolum, yang mengakibatkan udara hanya dapat lewat di tengah. Desis yang tak bersuara dilambangkan dengan [s], yang bersuara dilambangkan dengan [z]. Dapat dibedakan, di satu

Frikatif palatal bersuara yang lazim digunakan, sering disebut yod dan dilambangkan dengan [j]. Apabila, karena terlalu terbuka, geseran udara antara punggung lidah dan langit-langit tidak ter­dengar lagi, maka diperoleh spiran [i] non-silabis yang dilambangkan dengan Namun, tidak jarang pula bahwa [j] melambangkan spiran dan frikatif sekaligus. Frikatif yang tidak bersuara dilambang­kan dengan []; atau dengan apa yang dalam bahasa Jerman disebut ich-Laut.

Advertisement

Lateral palatal yang cukup banyak dilambangkan dengan atau [1]. Gli dalam kata Itali paglia dan // dalam kata Spanyol calle di dalam pelafalan tradisional merupakan palatal lateral.

 

Advertisement