ARTI – DEFINISI – PENGERTIAN ASAM NUKLEAT

44 views

Asam Nukleat, ASAM Nukleat terdapat dalam setiap sel hidup, dan memainkan peranan mendasar pada pembentukan protein. Asam nukleat ini juga merupakan bahan genetik yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya, dengan demikian memungkinkan setiap sel anak membentuk protein yang sama seperti yang dimiliki tetuanya. Nama asam nukleat diberikan kepada zat-zat ini karena asam-asam ini mula-mula diisolasi dari nukleus. Setelah asam ini juga dijumpai dalam sitoplasma yang mengelilingi nukleus, namanya tetap dipertahankan sebagai nama umum untuk seluruh kelompok zat ini, tanpa memandang di mana letaknya. Walaupun asam nukleat ditemukan pertama kali kira-kira lebih dari seratus tahun yang lalu, baru menjelang tahun 1930-an kegunaan biologisnya menjadi jelas, sehingga asam-asam ini kemudian dipelajari secara intensif. Pada masa sekarang jelas diketahui ada dua tipe asam nukleat yang nyata berbeda. Satu di antaranya yang mula-mula dianggap hanya berasal dari sel tumbuhan, karena itu disebut asam nukleat tumbuhan, terdiri atas gula pentosa, yaitu ribosa. Tipe yang lain, yang mula-mula hanya diisolasi dari sel binatang dan karena itu disebut asam nukleat binatang, bukan terdiri atas ribosa, melainkan suatu turunan gula tanpa oksigen yaitu deoksiribosa (deoksi berarti ‘tanpa oksigen’). Sekitar tahun 1940, dengan adanya perkembangan histokimia dan sentrifusi diferensial yang merupakan teknik penelitian susunan kimia struktur sel, pembedaan antara asam nukleat tumbuhan dan binatang tak dapat dipertahankan lagi sebab setiap sel baik dari tumbuhan maupun dari binatang ternyata memiliki kedua tipe asam nukleat tersebut. Oleh karena itu, penamaan diubah dengan menunjuk pada identitas gula yang terkandung di dalam asam nukleat itu. Asam nukleat tumbuhan diubah namanya menjadi asam ribonukleat, yang sekarang disingkat dengan RNA (ribonucleic acid). Demikian pula dengan asam nukleat binatang diubah namanya menjadi asam deoksiribonukleat, yang sekarang dikenal dengan singkatan DNA (deoxyribonu-cleic acid). Hasil penelitian dengan teknik baru menunjukkan pula bahwa DNA dijumpai dalam semua nukleus, tidak pernah di luar nukleus kecuali pada beberapa organel seperti kloroplas dan mitokondria. Sebaliknya RNA terutama dijumpai dalam sitoplasma, walaupun sebagian kecil ada juga di dalam nukleus, terutama dalam nukleolus. Ada beberapa DNA dan RNA, tetapi lazimnya semua tipe molekul DNA secara kolektif disebut DNA dan semua tipe molekul RNA disebut RNA saja.

DNA dan sering pula RNA memiliki molekul sangat besar (berat molekulnya sampai beberapa juta). Akan tetapi seperti layaknya semua makromolekul biologi, asam ini tersusun atas satuan kecil yang berulang-ulang dan disatukan membentuk rantai-rantai panjang. Satuan kecil asam nukleat disebut nukleotida. Berbeda dengan asam amino dan monosakarida yang menjadi bahan penyusun protein dan karbohidrat, tiap nukleotida sendiri masih tersusun atas tiga satuan lebih kecil lagi, yaitu sebuah gula, sebuah fosfat radikal dan sebuah basa bernitrogen.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *