Advertisement

ASAM AMINO, Seperti tercermin pada namanya, asam amino tersusun atas sebuah gugus amino (—NH2) dan sebuah gugus karboksil (— COOH). Walaupun telah dikenal beberapa ratus zat yang mengandung kedua gugus ini, ternyata hanya sekitar 20 asam amino yang secara alami merupakan bahan pembangun protein. Asam amino tersebut adalah asam amino-a, yang berarti bahwa gugus amino terikat pada posisi alfa, yaitu pada atom karbon yang tepat terletak di sebelah gugus — COOH pada molekul. Asam amino berasal dari asam lemak yang salah satu atom —H dari rantai hidrokarbonnya diganti oleh gugus —NH2, jadi rumus umum asam amino-a itu adalah:

NH2

Advertisement

R – C – COOH

gugus R melambangkan rantai sisa molekul itu, yang berbeda-beda untuk setiap asam amino. Sifat kimiawi R, yang sering disebut rantai samping, merupakan dasar yang baik untuk mengelompokkan asam amino alami menjadi tiga kelompok, yaitu asam amino netral, asam amino basa, dan asam amino asam. Untuk memperlihatkan variasi struktur yang terjadi pada rantai samping, sebagian dari 20 asam amino yang umum itu dicantumkan pada   14.1. Singkatan tiga huruf, yang lazim dipakai untuk asam amino ini juga tercantum pada   itu.

Anggota kelompok utama pertama, yang berisi sebagian besar asam amino umum, hanya memiliki satu gugus —NH2 dan satu gugus —COOH dan digolongkan ke dalam asam amino netral, karena gugus —NH2 dan gugus —COOH saling menetralkan. Kelompok ini dibagi lagi menjadi beberapa seri menurut gugus R-nya, yaitu (1) alifatik, aromatik, atau heterosiklik, dan (2) memiliki gugus fungsional lain yang terikat padanya. Peng’ganti R yang paling sederhana ialah sebuah atom hidrogen, menghasilkan glisin, yang rumus bangunnya CH(NH2)COOH. Menurut kemajemukannya asam amino berikutnya adalah yang R-nya berupa sebuah gugus metil, membentuk. alanin, dengan rumus: NH2

CH3— C— COOH HI

Pada fenilalanin (aromatik) salah satu atom H dari gugus metilalanin diganti oleh sebuah cincin benzena. Leusin dan isoleusin memiliki rantai samping hidrokarbon alifatik bercabang. Serin (alifatik) dan tirosin (aromatik) masingmasing memiliki sebuah gugus hidroksil pada rantai sampingnya. Sistein merupakan sebuah contoh asam amino yang mengandung belerang sebagai tambahan pada empat unsur yang umum terdapat dalam asam amino itu. Asam ini patut memperoleh perhatian khusus, karena gugus sulfidril, —SH, sangat reaktif dan pada oksidasi akan bergabung dengan gugus sulfidril dari molekul sistein lain, membentuk asam amino rangkap yaitu sistin.

Pada reaksi ini kedua atom —H dari gugus —SH terpisah dan kedua atom — S tergabung oleh suatu ikatan yang disebut jembatan disulfida, —S —S — . Hubungan ini sangat penting untuk mempertahankan struktur molekul protein tertentu.

Dua kelompok utama lain asam amino dapat didiskusikan bersama. Asam amino yang memiliki tambahan gugus —NH2 pada rantai sampingnya dikenal dengan nama asam amino basa. Lawannya, yaitu asam amino yang memiliki tambahan gugus — COOH disebut asam amino asam; kelompok yang belakangan ini malahan hanya disebut asam (misalnya asam aspartat), sebab mereka mengalami reaksi asam karboksilat biasa, yaitu yang membentuk garam dan ester. Namun, secara biokimia reaksi yang sangat penting dari gugus tambahan —COOH pada rantai samping ini adalah dengan amonia untuk menghasilkan amida yang setaraf.

Secara alami hanya ada dua asam amino asam, yaitu asam aspartat dan asam glutamat, dan keduanya kerap dijumpai dalam bentuk amida-nya, asparagin dan glutamin. Kedua amida ini masih berupa asam amino, sebab gugus —COOH tambahan itu berada pada rantai samping, bukan pada rantai agnostik yang terikat pada atom karbon-a, yang terlibat pada pembentukan zat ini.

 

Advertisement