Advertisement

Apikal (lateral dan vibran), Bunyi lateral sering kali berupa apikal, apiko-dental seperti awal kata Perancis lac ‘danau’ , Italia lago, atau apiko-alveolar seperti awal kata Portugis lago, atau akhir kata Inggris fill ‘mengisi’. Karena kedua rongga lateral terlalu luas untuk menghasilkan suatu geseran, maka bentuk rongga mulutlah yang penting artinya di sini. Jika ujung lidah tegang ke arah muka, maka ruang yang terjadi di antara lidah dan langit-langit akan kurang lebih sama sepanjang saluran per­napasan. Jika sebaliknya, ujung lidah terangkat ke arah alveolar, maka tubuh lidah segera menjadi cekung di belakang ujungnya untuk terangkat kembali ke arah bagian belakang mulut. Terangkatnya lidah bagian belakang, yang sama dengan terangkatnya lidah untuk melafalkan [u], menghasilkan [I] apiko-alveolar dengan tamber yang khas.

Pada umumnya, lateral yang disertai getaran glotis akan me­nyebabkan artikulasinya hampir tidak bersuara. Dalam bahasa-ba­hasa yang membedakan antara / bersuara dan l tak bersuara, yang bersuara cenderung menjadi frikatif sehingga bunyi geseran meng­gantikan suara yang hilang bagi telinga. Dalam hal ini, lewatnya udara terjadi pada satu sisi dan rongga lateral yang satu-satunya itu dikurangi sedemikian rupa sehingga geseran udara terdengar.

Advertisement

Vibran apikal yang dilambangkan dengan [r], dihasilkan oleh pukulan ujung lidah pada bagian apa pun di dalam mulut bagian muka. Jumlah pukulan yang berturutan dapat sangat bervariasi tanpa mengubah identitas bunyi itu. Meskipun demikian, sering diperten­tangkan pukulan tunggal (acap kali dilambangkan dengan [r]) dengan pukulan banyak. Perbedaan inilah yang membedakan kedua kata Spanyol pero (yang menggunakan [r]) dan perro (yang meng­gunakan [r] berpukulan banyak). Dalam bahasa Inggris Amerika, dd dalam ladder dan tt dalam latter dilafalkan sebagai [r].

Advertisement