Advertisement

al-Lata, adalah nama salah satu berhala kenamaan di antara suku-suku Arab pra­Islam. Al-Lata bersama-sama al-Uzza, dan Manat menempati posisi sentral dalam ke­hidupan keagamaan di Arabia. Ketiga ber­hala yang menjadi simbol keagamaan ber­bagai suku tersebut berhasil dikumpulkan Qusayy bin Kilab di Mekah berkat sema­kin populernya Mekah sebagai penghu­bung dan perantara di antara berbagai su­ku dan kelompok serta sebagai pusat per­dagangan. Memang hanya al-Uzzalah yang milik asli penduduk Mekah. Al-Lata dan Manat masing-masing diakui milik ash su­ku Saqif di Tall dan suku-suku Aus be­serta Khazraj di Madinah. Al-Lata sebagai “tuhan ibu” akhirnya menempati posisi paling peating, sebagai simbol keagamaan dan dewi keberuntungan dalam kehidup­an keagamaan suku-suku Arab pra-Islam, hanya kedudukannya dikalahkan oleh Allah. Bahkan sewaktu Nabi Muhammad memimpin para pengikutnya memasuki Mekah (Fath Makkah) sebagian orang­orang Quraisy yang memberikan. perlawanan masih tetap membawa simbol-sim­bol al-Lata dan al-Uzza. Tentunya dengan harapan upaya mereka mengalahkan Nabi mendapatkan berkah dan bantuan super­natural.

 

Advertisement

 

Advertisement